Tsunami dan Gempa 6.9 M Hantam Jepang, BMKG Ungkap Dampak Ke Indonesia

Jeumpa Media | Jakarta- Jepang diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,9 tepatnya di wilayah Miyazaki, Pulai Kyushu.

Akibat gempa tersebut memicu terjadinya tsunami yang memiliki ketinggian hampir semeter pada Senin (13/1/2025) sekira pukul 21:19 waktu setempat.

Menurut hasil penyelidikan dari Badan Meteorologi Jepang, terdapat hubungan antara gempa tersebut dengan gempa besar yang telah diperkirakan akan melanda wilayah Palung Nankai di perairan tengah hingga barat daya Jepang.

Komite Riset Gempa Bumi pemerintah Jepang memprediksi adanya kemungkinan 70 hingga 80 persen gempa akan terjadi dengan kekuatan M 8 hingga M 9 skala dalam tiga dekade mendatang.

Meski demikian, Dilansir dari NHK, para ahli dari Lembaga Meteorologi Jepang mengatakan tidak diharuskan adanya tindakan khusus terkait gempa tersebut, Selasa (14/1/2025).

Tsukada Shinya, selaku pejabat lembaga tersebut menyebutkan bahwa gempa terbaru di Miyazaki bukanlah fenomena yang dianggap dapat meningkatkan terjadinya gempa Palung Nankai.

Akan tetapi, dirinya mengimbau pada masyarakat untuk menyadari jika gempa dapat terjadi kapan saja dan harus bersiap menghadapinya.

Akan tetapi pemerintah telah memperkirakan hal terburuk, jika gempa Palung Nankai terjadi maka dapat merenggut lebih dari 230.000 nyawa, bahkan menghancurkan sekitar 2 juta bangunan.

Dampak dari Gempa dan Tsunami Jepang ke Indonesia

Dikutip dari CNBC, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI melaporkan bahwa gempa bumi yang melanda negara Jepang tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.

“Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia dihimbau agar tetap tenang,” pungkas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya.

Daryono menerangkan jika gempa Miyazaki ini adalah jenis tektonik dangkal yang dipicu oleh aktivitas Subduksi Nankai. Gempa tersebut mempunyai mekanisme pergerakan yang naik atau (thrust fault). (RA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *