Samudera Hikmah, Malam Seribu Bulan. Lailatul Qadar

Jeumpa Media | Perjalanan shaum Ramadhan tak terasa sudah memasuki setengah bulan. Di bulan ini tak hanya hikmah puasa dan tadarus  yang menjadi bagian terpenting pada pembinaan kesabaran dan penguatan pemahaman Alqur’an, tapi juga ada satu malam yang menjadi paling dinanti yaitu malam seribu bulan atau disebut Lailatulqadar. Sabtu (16/3/2025).

Mitos Lailatulqadar

Menariknya ada mitos yang diceritakan bertahun-tahun. Bahwa Lailatulqadar adalah malam dimana seluruh alam tunduk patuh. Malam ini ditandai dengan pepohonan yang juga ikut bersujud serta air yang ikut membeku atau berhenti mengalir.

Sehingga bertahun-tahun sebagian ummat muslim mempercayai sebuah cerita yang turun temurun didongengkan tentang beberapa orang yang terkejut melihat pohon tumbang, namun di keesokan paginya, pohon itu tegak kembali. Sehingga bagi yang berhasil melihatnya, maka ia mendapat keistimewaan surga atau Jannah. Suatu kehidupan hasanah dunia dan akhirat.

Namun mitos apakah benar pohon ikut tunduk bak tumbang sampai saat ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

Malam Peringatan Turunnya Kesempurnaan Alquran

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

نيرذنم ا ّ َ نك ا ّ َ نا ةكربم ةليل يف هنلزنا ا ّ َ نا

Artinya Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur`ān ini pada malam LailatulQadar, yaitu suatu malam yang mengandung banyak kebaikan, dan sesungguhnya Kami memperingatkan dengan Al-Qur`ān ini

(QS. Ad Dukhan 44: 3).

Perbedaan Lailatulqadar dan Nuzulul Qur’an

Didalam lailatulqadar adalah kesempurnaan nuzulul quran atau tanziylul Quran yang bermakna proses turunnya Alquran yang berangsur-angsur.

Hanya saja malam Nuzulul Quran sering dimaknai malam pertama turunnya wahyu Alqur’an, wahyu pertama kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui malaikat Jibril yang menurut pendapat ulama terjadi di 17 Ramadhan yaitu saat turunnya surat pertama Al-Alaq.

Kemudian malam Lailatulqadar adalah malam kesempurnaan turunnya Alqur’an yang berangsur-angsur selama 23 tahun dakwah Rasulullah. Sebagian ulama berpendapat bahwa lailatulqadar terjadi di malam akhir yaitu di 21 atau 23 Ramadhan.

Samudera Hikmah Lailatul Qadar

Beberapa ulama menjelaskan bahwa malam Lailatulqadar adalah malam Alquran telah turun lengkap mulai dari Al-fatihah hingga An-Nas.

Yaitu bahwa Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfudz (QS AlHajj: 70) ke Baitul Izzah. Dimana Lauh Mahfudz juga disebut kitab Takdir atau ketetapan yang telah Allah tuliskan di Langit serta Baitul Izzah adalah tempat transit Alquran bagi penduduk langit sebelum turun ke bumi.

Setelah di malam Lailatulqadar tersebut, Alquran telah sempurna turun di baitul izzah, barulah secara berangsur-angsur turun ke dunia.

Namun ada juga ulama yang berpendapat, bahwa setiap orang bisa mendapatkan malam lailatul qadar, ditandai adanya perubahan diri yang lebih baik di Ramadhan.

Namun esensi Lailatulqadar si malam yang lebih baik dari seribu bulan, tentu tak terbatas pada individu semata, melainkan kaum muslimin seluruh dunia.

Maka malam Lailatulqadar menjadi momen penting peringatan bahwa Al-quran telah sempurna untuk mewujudkan kehidupan yang Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur atau disebut juga Negeri yang selaras antara kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya.

Makna utama yang dapat kita ambil dari Lailatulqadar  

Jika dilihat dari surat al-qadr dan esensi dakwah Rasulullah, maka penting memaknai peringatan Lailatuqadr yaitu beberapa kesimpulan berikut :

  1. Al-Quran telah sempurna menjadi pedoman bagi pemimpin negeri dalam mengatasi gejolak zaman.
  2. Al-Quran adalah landasan penting bagi kaum muslimin untuk tampil terdepan dalam memakmurkan dunia menjadi rahmatan lil alamin.
  3. Rasulullah yang mengemban misi risalah telah memberikan panduan yang berhikmah dalam membangun peradaban Madinatul Munawwarah.

Maka ketika negeri ini, Indonesia sedang ditimpa banyak musibah. Kemerdekaan yang diyakini sebuah Rahmat oleh Soekarno dalam pidatonya tahun 1945, kini apakah Rahmat itu tercabut karena kekufuran rakyatnya?

Korupsi triliunan , begitu menyakiti hati rakyat yang bahkan untuk makan nasi setiap hari masih ada yang belum terpenuhi.

Kemiskinan ekstrim, dimana ada rakyat yang memilih bunuh diri karena tekanan ekonomi.

Aqidah tercerabut tanpa sisa, dimana banyak aksi kejahatan lebih parah dari seekor binatang. Ibu yang membunuh bayi nya begitu dilahirkan, Ayah memperkosa anak kandungnya, Anak membunuh ibunya hanya karena warisan dan Perempuan serta laki-laki yang dengan bangga bekerja di bidang prostitusi serta aksi kejam dan diluar aqidah lainnya.

Padahal Indonesia mayoritas muslim terbesar di Dunia. Maka samudera makna Lailatulqadar haruslah mengembalikan kesadaran kita bahwa hari tersebut, 1415 tahun yang lalu, jika dihitung dari waktu turunnya wahyu pertama pada 610 Masehi maka jawaban atas semua persoalan di Dunia ini adalah Al-Quran.

Al-Maidah Ayat 3

Kesempurnaan Islam telah dijelaskan pada Al-Maidah ayat 3 artinya :

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang (sempat) kamu sembelih. (Diharamkan pula) apa yang disembelih untuk berhala. (Demikian pula) mengundi nasib dengan azlām (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Oleh sebab itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Maka, siapa yang terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Lailatulqadar

Surat Al Qadr :

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ
1.” Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan (Lailatulqadar)”
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ
2.”Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (lailatulqadar) itu?”
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
3.” Malam kemuliaan (lailatulqadar)  itu lebih baik dari seribu bulan.”
تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
4.” Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
5.” Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Karena itulah, Lailatulqadar bukanlah sebuah ayat semata melainkan konsepsi kehidupan yang harusnya dapat dan wajib kita instal menjadi pedoman bagi setiap muslim yang merindukan peradaban baik atau hasanah seperti teladan Rasulullah. Itulah mengapa nilainya menjadi sangat mulia dan lebih baik dari Seribu Bulan. (mai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *