Ini Adab Berdoa di Malam Lailatul Qadar Agar Mustajab

Jeumpa Media – Doa adalah sebuah jalan umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta, memohon ampunan, memohon kasih sayang-Nya, serta meminta keberkahan dan petunjuk atas segala yang terjadi dalam kehidupan.

Untuk itu, di malam yang penuh dengan kemuliaan yaitu Lailatul Qadar, umat Muslim sangat di anjurkan untuk berdoa dengan berharap pahala dan semoga doa itu lekas dikabulkan.

Bahkan dalam hadits dari Abu Hurairah RA juga mengatakan bahwa:

“Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut menunjukkan jika di malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh dengan keberkahan, malam suka cita dan doa yang dipanjatkan pada malam ini konon katanya sangat mustajab.

Doa Malam Lailatul Qadar

Berdasarkan buku Sukses Berburu Lailatul Qadar karya Muhammad Adam Hussein, berikut ini adalah doa yang dapat kamu baca pada malam Lailatul Qadar:

1. Doa Malam Lailatul Qadar berdasarkan riwayat Imam At-Tirmidzi

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Arab latin: Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya: Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).

Adapun hadits riwayat Imam At-Tirmidzi selengkapnya sebagai berikut:

وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي

Artinya: Dari sayyidah Aisyah RA, ia bercerita, ia pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai Lailatul Qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?” Rasulullah SAW menjawab, “Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī'” (HR At-Tirmidzi).

2. Doa Malam Lailatul Qadar Kedua

Sementara itu, doa ini berdasarkan riwayat dari lima Imam hadits kecuali Imam Abu Dawud. Berikut bacaan doanya:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Arab latin: Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya: Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).

Adapun penjelasan dari hadits di atas adalah sebagai berikut:

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ: أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اَلْقَدْرِ, مَا أَقُولُ فِيهَا? قَالَ: “قُولِي: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي” رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ غَيْرَ أَبِي دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَالْحَاكِمُ

Artinya: Dari sayyidah Aisyah RA, ia bercerita, ia pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mengerti sebuah malam itu adalah Lailatul Qadar. Bagaimana doa yang harus kubaca?” Rasulullah saw menjawab, Bacalah ‘Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (HR lima imam Hadits kecuali Imam Abu Dawud. Hadits ini diakui shahih oleh Imam A-Tirmidzi dan Al-Hakim).

Adab Berdoa dalam Islam

Menurut buku Fiqih Do’a dan Dzikir Jilid 1 karya dari Syaikh Abdurrazaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr, berikut terdapat beberapa adab berdoa di Malam Lailatul Qadar agar mustajab:

1. Berdoa dengan Ikhlas dan Khusyuk

Doa yang kita panjatkan harus dengan penuh keikhlasan, tanpa niat untuk riya’ (pamer) atau kesombongan atau hati yang buruk, dan Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 55,

ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

2. Memuji Allah SWT dan Shalawat kepada Rasulullah SAW

Sebelum kita menyampaikan permohonan, sangat dianjurkan untuk memulai doa dengan terlebih dahulu memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga bersabda yaitu,

“Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka hendaklah dia memulai dengan memuji Allah dan menyanjung-Nya, lalu bershalawat kepada Nabi SAW kemudian berdoa dengan apa yang ia kehendaki.” (HR. Abu Dawud)

3. Menghadap Kiblat

Salah satu sunnah dalam berdoa yaitu menghadap kiblat sembari mengangkat tangan. Dalam hadits juga disebutkan bahwa

“Rasulullah apabila berdoa mengangkat kedua tangannya, dan tidak pernah menurunkannya sampai beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.” (HR. Tirmidzi)

4. Memohon dengan Sungguh-Sungguh

Rasulullah SAW mengajarkan kapada umat Islam agar saat sedang berdoa harus dengan penuh keyakinan dan tidak ragu-ragu.

Rasulullah bersabda: “Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan bahwa doa itu akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah.” (HR. Tirmidzi)

5. Berdoa dengan Rendah Hati dan Suara yang Lembut

Berdoa kepada Allah SWT juga harus dengan kelembutan, Allah SWT bahkan memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa dengan rendah hati dan jangan menggunakan nada kasar atau membentak. Disinilah umat muslim merayu sang Penciptanya agar sudi mengabulkan hajat serta doa hamba Nya.

Hal ini juga termaktub dalam surat Al-A’raf ayat 205,

وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَٰفِلِينَ

Artinya: Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

6. Menyebut Asmaul Husna dalam Doa

Menyebutkan nama-nama Allah (Asmaul Husna) dalam doa adalah salah satu cara agar doa lebih mustajab. Allah SWT berfirman:

وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Artinya: Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A’raf: 180)

7. Tidak Berdoa untuk Keburukan

Seorang Muslim atau umat Islam dilarang untuk berdoa memohon keburukan bagi dirinya sendiri, keluarga, ataupun orang lain. Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kalian mendoakan keburukan atas diri kalian, jangan pula mendoakan keburukan atas anak-anak kalian, dan janganlah mendoakan keburukan atas harta benda kalian, agar doa tersebut tidak bertepatan dengan saat Allah memberikan apa yang kalian minta.” (HR. Muslim)

Itulah doa di malam Lailatul Qadar dan adab dalam berdoa. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keberkahan, dan ampunan dari Allah SWT di malam Lailatul Qadar. Aamiin Allahumma Aamiin.(Lt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *