GAPKI dan Pemerintah Aceh Deklarasikan Komitmen Sawit Ramah Anak

Jeumpa Media | Banda Aceh – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) dan PAACLA Indonesia, menggelar Seminar dan Workshop Membangun Aceh Bersama Sawit Ramah Anak di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Rabu (27/8/2025).

Acara yang diikuti lebih dari 120 peserta ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat tata kelola industri sawit yang berkelanjutan dan melindungi hak-hak anak. Seminar ini menyoroti pentingnya perlindungan anak dalam seluruh rantai pasok industri sawit, mulai dari pencegahan pekerja anak hingga pemenuhan hak anak-anak yang tinggal di sekitar perkebunan.

Kepala GAPKI Aceh, Mawardi, menegaskan bahwa sejumlah perusahaan sawit di Aceh telah menerapkan kebijakan perlindungan anak.

“Banyak perusahaan telah mencegah pekerja anak, menyediakan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan sarana bermain bagi anak-anak pekerja. Praktik baik ini harus diperluas agar menjadi standar bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPPPA Aceh, Meutia Juliana, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah awal menuju Aceh sebagai provinsi layak anak.

“Perusahaan sawit memiliki tanggung jawab untuk memastikan operasionalnya tidak membahayakan anak-anak sekaligus mendukung pemenuhan hak-hak mereka,” kata Meutia.

Adapun Kabid Pemenuhan Hak Anak (PHA) Amrina Habibi, SH MH juga menjelaskan bahwa sebelum seminar , pohaknya juga melakukan pertemuan terbatas dengan perwakilan GAPKI Pusat dan PAACLA untuk membahas beberapa isu yang kemudian diharapkan bisa ditindaklanjuti dibeberapa kab/kota terutama soal akses dan fasilitas pendidikan yang ramah kepada anak,

” Kita berharap adanya jaminan rute aman dari dan ke sekolah serta standarisasi day care sesuai dengan panduan yang diterbitkan oleh Kemen PPA yang semua bermuara pada terwujudnya kab/ kota layak anak dan tentunya dimulai dari desa layak anak” terangnya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Rinaldi Umar (Kemnaker), Dwi Jalu Atmanto (Kemen PPPA), Prita Bahroeny (Bahruny Group), dan Sumarjono Saragih (GAPKI). Workshop teknis yang difasilitasi PAACLA Indonesia ini berlangsung hingga Kamis (28/8/2025) dengan fokus pada pencegahan pekerja anak, pemetaan isu perlindungan anak di rantai pasok sawit, dan penguatan kemitraan multipihak.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh GAPKI, DPPPA Aceh, dan PAACLA Indonesia untuk mendorong praktik sawit ramah anak di Aceh.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *