Jeumpa Media | Pekanbaru – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, lembaga antirasuah tersebut menangkap Gubernur Riau, H. Abdul Wahid, S.Pd.I., bersama sejumlah pihak lain di wilayah Riau pada Senin (3/11/2025).
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan penangkapan tersebut.
“Benar, salah satunya Gubernur Riau Abdul Wahid,” ujar Fitroh pada Senin malam dilansir dari Kompas.
Operasi senyap ini disebut berkaitan dengan dugaan praktik suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau. Dalam penindakan tersebut, KPK mengamankan sedikitnya 10 orang, termasuk pejabat dinas dan pihak swasta yang diduga terlibat dalam pengaturan proyek.
Menurut sumber internal KPK, sejumlah barang bukti seperti uang tunai ratusan juta rupiah, dokumen proyek, serta alat komunikasi turut diamankan. Para pihak yang ditangkap saat ini tengah menjalani pemeriksaan awal di Polda Riau, sebelum nantinya diterbangkan ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk pemeriksaan lanjutan.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum mereka.
Profil dan Perjalanan Hidup Abdul Wahid
Abdul Wahid, S.Pd.I., merupakan Gubernur Riau periode 2025–2030. Ia terpilih bersama wakilnya, S. F. Hariyanto, setelah memenangkan Pilkada Riau 2024 dengan perolehan 1.224.193 suara. Pasangan ini diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan resmi dilantik pada Februari 2025.
Pria kelahiran Indragiri Hilir, 21 November 1980, ini dikenal sebagai politisi muda yang cukup berpengaruh di Riau. Sebelum menjadi gubernur, Abdul Wahid merupakan Anggota DPR RI periode 2019–2024 dari Fraksi PKB, mewakili daerah pemilihan Riau II.
Dalam kehidupan pribadinya, Abdul Wahid menikah dengan Henny Sasmita dan dikaruniai dua orang anak. Di usia 44 tahun, karier politiknya menanjak cepat setelah lama berkiprah di struktur PKB Riau.
Riwayat Pendidikan
Abdul Wahid mengawali pendidikannya di SD Negeri Sei Simbar (lulus 1994), kemudian melanjutkan ke MTs Sei Simbar (lulus 1997). Ia kemudian menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Ashhabul Yamin, Agam, Sumatera Barat, hingga tahun 2000.
Pendidikan tinggi ia tempuh di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, dan meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd.I) pada 2004. Ia juga tercatat memiliki gelar Magister Ilmu Politik dari Universitas Riau (UNRI) pada 2021.
Karier Politik
Abdul Wahid memulai kariernya sebagai Direktur PT Malay Nusantara Cipta sejak 2002, sebelum aktif di dunia politik melalui PKB di tahun yang sama. Ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Riau (2002–2009), lalu menjadi Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Riau untuk dua periode (2009–2014 dan 2014–2019).
Namanya mulai dikenal di tingkat nasional setelah berhasil melenggang ke DPR RI periode 2019–2024, hingga akhirnya mencalonkan diri dan terpilih sebagai Gubernur Riau pada Pilkada 2024.
Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan ke KPK pada 31 Maret 2024, total kekayaan Abdul Wahid tercatat mencapai Rp4,8 miliar. Asetnya terdiri dari tanah, bangunan, kendaraan, serta tabungan di beberapa lokasi, termasuk Pekanbaru, Inhil, Kampar, dan Jakarta Selatan.
Visi dan Kinerja Awal
Dalam masa awal kepemimpinannya, Abdul Wahid membawa visi “Riau yang Maju, Berkelanjutan, dan Berbudaya Melayu Agamis”, dengan fokus pembangunan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ia juga sempat menyoroti persoalan defisit APBD Riau sebesar Rp2,2 triliun, yang disebut sebagai tantangan besar pemerintahannya.
Namun, langkah politik dan kepemimpinannya kini terguncang setelah dirinya terjerat operasi tangkap tangan KPK. Jika terbukti bersalah, Abdul Wahid akan menjadi kepala daerah aktif pertama di Riau yang tertangkap OTT dalam masa jabatan 2025–2030.(*)
Sumber: KPK, Kompas, Suara.com, Fajar.co.id, Dipersip Riau
