Jeumpa Media | Banda Aceh – Jaringan listrik di sejumlah wilayah Aceh lumpuh setelah banjir besar dan tanah longsor merusak puluhan tower transmisi dalam beberapa hari terakhir.
Hujan deras yang memicu banjir bandang dan longsor tidak hanya menutup akses jalan dan merusak permukiman, tetapi juga menghantam infrastruktur kelistrikan secara masif.
Manajer Unit dan Transmisi Kota Banda Aceh, Ahmad Setiawan, mengatakan bahwa PLN terus berupaya mempercepat pemulihan layanan di tengah kondisi yang masih sulit.
Ia menyebut hampir seluruh wilayah Aceh terdampak pemadaman akibat kerusakan pada sistem transmisi.
“Saat ini kami terus mengupayakan pengoptimalisasi serta perbaikan untuk penyaluran listrik terhadap wilayah yang mengalami kerusakan. Hampir seluruh Aceh mengalami kelumpuhan listrik yang disebabkan banjir hingga longsor,” ujarnya kepada awak media di Lapangan Udara TNI AL, Blang Bintang, Aceh Besar (28/11/2025).
Setiawan menjelaskan bahwa empat unit tower darurat sudah tiba pada Jumat, 28 November 2025, dan akan langsung dipasang di wilayah yang mengalami kerusakan paling parah seperti Bireuen, Aceh Utara, Langsa, dan Aceh Tengah.
Ia menambahkan bahwa upaya pemulihan di Aceh melibatkan dukungan besar dari unit PLN di seluruh Indonesia, termasuk tim teknis dan logistik yang dikerahkan untuk membuka jalur sekaligus mengganti tower yang rusak.
Sementara itu, Manajer Komunikasi PLN Sumatera, Andi Pratama, merinci kerusakan pada jaringan transmisi yang terdampak bencana. Pada jalur SUTT 150 kV Bireuen–Arun di bawah UPT Banda Aceh, tujuh tower mengalami kerusakan, mulai dari patah hingga roboh. Kerusakan tersebut meliputi tower nomor 155, 156, 157, 158, 159, 126, serta 160 yang mengalami patah pada bagian travers GSW dan fasa S.
Di jalur SUTT 150 kV Brandan–Langsa, dua tower turut roboh, yakni tower 27 dan 28. Sementara pada jalur SUTT 150 kV Peusangan–Bireuen, lima tower terdampak berat.
Tower 196 masih dalam tahap pemeriksaan, sedangkan tower 197 hingga 200 dilaporkan roboh setelah terkena longsoran tanah dan derasnya arus banjir.
Kerusakan terbesar terjadi pada wilayah yang berada di dataran tinggi serta area rawan longsor. Banyak tower terseret arus banjir bandang atau tertimbun material longsor sepanjang jalur transmisi, membuat proses perbaikan memerlukan waktu dan peralatan khusus.
PLN menegaskan bahwa pemasangan tower darurat menjadi langkah utama agar aliran listrik dapat kembali masuk ke wilayah-wilayah yang terputus. Tim gabungan dari PLN Aceh, PLN Sumatera, serta bantuan unit dari berbagai provinsi kini bekerja membuka akses, mengevakuasi material tower yang roboh, dan menstabilkan sistem transmisi yang tersisa.
Bencana banjir dan longsor yang terjadi hampir bersamaan di Aceh selama sepekan terakhir juga menyebabkan ribuan keluarga mengungsi, ratusan desa terendam, serta terputusnya jalur transportasi.
Pemerintah daerah telah menetapkan status darurat bencana dan memprioritaskan pemulihan akses serta penanganan warga terdampak, sementara PLN terus mengupayakan pemulihan listrik agar layanan publik dapat kembali berjalan.(*)
