Hoaks Perburuk Situasi Banjir, Komunitas Anti Hoaks Aceh Imbau Warga Verifikasi Informasi

Jeumpa Media | Banda Aceh — Komunitas Masyarakat Anti Hoaks Aceh bersama Koalisi Demokrasi Resilience (KamuDemres) mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan membagikan informasi terkait banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Edukasi literasi digital dinilai penting untuk mencegah kepanikan dan memastikan penanganan bencana berlangsung efektif.

Kevin, perwakilan Komunitas Masyarakat Anti Hoaks Aceh, menegaskan bahwa verifikasi informasi wajib dilakukan sebelum dibagikan kepada publik.

“Memastikan sebuah informasi benar sebelum membagikannya adalah langkah awal yang sangat penting. Dalam kondisi bencana seperti banjir di Aceh, kabar yang tidak terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman dan menghambat kerja tim penyelamat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyebaran hoaks dapat menimbulkan dampak negatif serius, seperti kepanikan massal dan salahnya pengambilan keputusan warga di lapangan.

“Hoaks bisa mengalihkan perhatian aparat ke lokasi yang sebenarnya tidak membutuhkan bantuan. Ini membuat penanganan bencana menjadi tidak efektif karena waktu dan tenaga terbuang,” kata Kevin.

Kevin juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan saat menerima informasi darurat. Menurutnya, sikap panik sering membuat masyarakat langsung menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya. “Sikap tenang membantu kita berpikir jernih dan mengikuti arahan resmi sehingga proses penanganan bencana berjalan lebih baik,” tambahnya.

Senada dengan itu, Koordinator KamuDemres, Dwy Alfina, menyatakan bahwa verifikasi informasi adalah kunci menjaga keselamatan publik.

“Hoaks dapat menimbulkan kepanikan massal, mengganggu proses evakuasi, dan menyita waktu petugas yang seharusnya fokus pada penyelamatan,” ujarnya.

Baca Juga : Pemerintah Aceh Bantah Isu Temuan Mayat Satu Truk di Aceh Tamiang – Jeumpa Media

Dwy juga menegaskan bahwa hoaks dapat memperburuk koordinasi antarinstansi penanganan bencana dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap informasi resmi.

“Dalam situasi darurat, kepercayaan publik sangat krusial. Ketika masyarakat ragu, arahan penyelamatan bisa diabaikan,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat menjadi smart netizen dengan menggunakan media sosial secara bijak.

“Mari gunakan media sosial untuk membantu dan mengklarifikasi fakta, bukan menyebarkan clickbait atau hoaks yang justru menambah beban di tengah bencana,” tutupnya.

Komunitas Masyarakat Anti Hoaks Aceh dan KamuDemres berharap seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama menjaga ketertiban informasi selama masa darurat serta memastikan bahwa informasi yang dibagikan bersumber dari lembaga resmi seperti BPBA, BMKG, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan terpercaya. Kedua komunitas ini berkomitmen terus mendukung penanganan bencana melalui edukasi literasi digital dan peningkatan kesadaran publik demi terciptanya masyarakat Aceh yang aman dan terinformasi.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *