Jeumpa Media | Aceh Tamiang – Kondisi Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, dilaporkan berada dalam situasi kritis setelah diterjang banjir besar dengan ketinggian air mencapai 7 hingga 10 meter. Seluruh permukiman warga di desa tersebut hancur, dengan 280 rumah hilang terseret derasnya arus banjir.
Sebanyak 280 kepala keluarga atau 1.234 jiwa kini bertahan di dua titik pengungsian darurat di kawasan perbukitan sekitar desa. Hal ini berdasarkan laporan terbaru yang diterima redaksi pada Rabu malam, (3/12/2025).
Datok Penghulu Kampung Sekumur, Sofian, mengungkapkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan bantuan segera sebab tidak ada akses darat maupun sungai yang dapat dilalui untuk masuk ke lokasi. Kondisi desa yang porak-poranda dan terisolasi membuat penyaluran bantuan hanya memungkinkan melalui jalur udara.
“Masyarakat sangat membutuhkan bantuan, dan satu-satunya cara adalah diturunkan menggunakan helikopter,” ujar Sofian.
Hingga laporan ini diturunkan, satu korban jiwa telah terkonfirmasi atas nama Siti Rohani. Sementara proses pendataan lanjutan masih terus dilakukan di tengah keterbatasan komunikasi.
Pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan pihak terkait diharapkan segera mengirimkan bantuan logistik, obat-obatan, tenda, serta kebutuhan dasar lainnya untuk menyelamatkan warga yang masih bertahan di titik pengungsian. Situasi di Desa Sekumur disebut sebagai salah satu yang paling parah dalam rangkaian bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang dan sejumlah wilayah lainnya.*
