Jeumpa Media | Aceh – Operasi pencarian dan pertolongan bagi korban banjir besar di sejumlah wilayah Aceh terus dikerahkan oleh Basarnas bersama unsur SAR gabungan.
Tim masih melakukan penyisiran, evakuasi korban, pemantauan wilayah, hingga dukungan logistik ke titik-titik yang masih terisolasi hingga Jumat (5/12/2025).
Berdasarkan laporan lapangan, 1.468 jiwa telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 1.294 orang selamat dan 174 meninggal dunia. Sementara itu, 18 orang masih dalam pencarian.
Evakuasi Korban di Aceh Tamiang
Di Kabupaten Aceh Tamiang, tim dari Pos SAR Langsa mengevakuasi dua korban di Kecamatan Karang Baru.
Pukul 11.00 WIB, tim mengevakuasi H. Badruddin Husin (80), warga Dusun Impres, Desa Bundar, yang kemudian dibawa ke RS Umum Langsa.
Menjelang sore, tim kembali menemukan seorang perempuan tanpa identitas di kawasan kebun sawit Desa Kampung Dalam. Korban dibawa ke RSU Muda Sedia untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Dukungan Logistik dan Penyisiran di Aceh Utara
Basarnas Banda Aceh, dibantu tim BKO dari Kantor SAR Tanjung Pinang, mengerahkan empat tim ke beberapa kecamatan.
Tim Alpha dan Charlie melakukan penyisiran serta distribusi logistik di Kecamatan Paya Bakong, Muara Batu, dan Sawang.
Sementara Tim Bravo dan Delta bergerak di Seunuddon dan Baktiya, mencakup delapan gampong yang masih terdampak banjir.

Pencarian di Bireuen dan Aceh Tenggara
Di Kabupaten Bireuen, Unit Siaga SAR Bireuen menyisir tumpukan kayu di Desa Blang Cirih, Peusangan Siblah Krueng, untuk mencari satu warga yang dilaporkan hilang.
Sementara itu, Pos SAR Kutacane mengerahkan dua tim di Aceh Tenggara. Tim pertama melakukan penyisiran di Desa Penanggalan, Kecamatan Ketambe. Tim kedua membantu PLN membawa kabel menggunakan perahu karet dari Sungai Alas menuju Desa Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah, guna mempercepat pemulihan jaringan listrik.
Basarnas: Setiap Laporan Menjadi Prioritas
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh, Al Hussain, menyatakan bahwa seluruh unsur SAR terus bergerak tanpa henti, kendati medan sulit dan akses masih terputus di beberapa titik.
“Setiap laporan yang masuk menjadi prioritas kami. Meski medan tidak mudah, tim tetap bergerak ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi dan pencarian. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak,” ujarnya.
Basarnas mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui lokasi warga yang membutuhkan bantuan, serta tetap menjaga keselamatan diri di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi buruk.(*)
