Pemulihan Listrik Aceh Tersendat, PLN Akui Kesalahan Data

Jeumpa Media | Aceh – Pemerintah pusat bersama PT PLN (Persero) memaparkan perkembangan terbaru terkait pemulihan sistem kelistrikan di Aceh yang lumpuh akibat banjir bandang dan longsor imbas Siklon Senyar. Dalam konferensi pers nasional, Menteri ESDM didampingi Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, membeberkan kondisi lapangan yang disebut jauh lebih parah dari perkiraan awal.

Darmawan mengungkapkan bahwa kerusakan terbesar terjadi pada jaringan transmisi utama Bireuen-Arun. Enam tower transmisi roboh setelah sungai yang semula hanya 80 meter melebar menjadi 300-400 meter dan menghanyutkan tower beserta kabelnya.

“Tower kami terseret banjir bandang, kabel juga ikut hilang,” ujar Dirut PLN.

Akses darat yang putus memaksa seluruh proses perbaikan dilakukan dengan dukungan logistik udara. Sebanyak 35 ton material diterjunkan menggunakan helikopter, sementara 16 ton kabel tambahan dan peralatan penarik kabel diterbangkan melalui pesawat Hercules dari Jakarta ke Aceh. Material tersebut kemudian dibawa menuju titik perbaikan dengan truk TNI sebelum diangkut kembali via helikopter menuju lokasi tower yang terisolasi total.

Empat Kabupaten Sempat Gelap Total

PLN memastikan bahwa hingga kunjungan Presiden ke Aceh, empat kabupaten sempat berada dalam kondisi gelap gulita:

– Aceh Tengah (Takengon)

– Bener Meriah (Simpang Tiga)

– Aceh Tamiang (Kuala Simpang)

– Gayo Lues (Blangkejeren)

Atas instruksi Menteri ESDM, listrik di empat ibu kota kabupaten tersebut kini kembali menyala. Namun wilayah pedalaman masih belum teraliri listrik akibat kerusakan jaringan tegangan rendah.

PLN Akui Data Awal Tidak Akurat, Sampaikan Permintaan Maaf

PLN mengakui kesalahan informasi sebelumnya yang menyebutkan pemulihan akan mencapai 93 persen setelah transmisi Arun–Bireuen mereka koneksikan. Realitanya, penyaluran listrik dari Arun menuju Banda Aceh terhambat kendala teknis berat sehingga target tersebut melesetet.

“Kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat Aceh. Tidak ada alasan apa pun yang bisa menghapus ketidaknyamanan ini,” kata Dirut PLN.

Hingga kini, Banda Aceh masih menjalani pemadaman bergilir akibat defisit pasokan sekitar 40 MW.

Pemerintah Kerahkan Kekuatan Penuh

Menteri ESDM menegaskan bahwa pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya negara-termasuk TNI, Polri, BNPB, PUPR, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat normalisasi listrik di Aceh.

“Kami berkomitmen penuh. Jika ada kekurangan, kami juga memohon maaf,” tegasnya.

PLN menargetkan pemulihan sistem kelistrikan Banda Aceh dapat selesai dalam lima hari ke depan sambil tetap memasok genset dan pembangkit tambahan guna mengurangi jadwal pemadaman bergilir.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *