Jeumpa Media | Banda Aceh – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pidie Jaya. Santunan diberikan kepada 31 ahli waris dengan nilai Rp15 juta per keluarga sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, santunan tersebut merupakan tahap awal dan akan dilanjutkan kepada lebih dari 400 ahli waris lainnya yang telah terdata. Selain itu, Kemensos juga menyalurkan bantuan bagi korban luka berat sebesar Rp5 juta per orang.
“Bantuan ini adalah bentuk kehadiran negara untuk meringankan beban keluarga korban. Santunan serupa juga akan diberikan kepada ratusan ahli waris lainnya yang telah diverifikasi,” ujar Saifullah Yusuf saat penyerahan bantuan di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (16/12/2025).
Pada kesempatan yang sama, Kemensos turut menyerahkan bantuan logistik senilai Rp9 miliar untuk mendukung penanganan bencana di Aceh. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf dan akan didistribusikan ke daerah-daerah terdampak.
Bantuan logistik yang disalurkan meliputi makanan siap saji, tenda keluarga, kasur, selimut, perlengkapan anak-anak, serta berbagai perlengkapan darurat lainnya yang dibutuhkan pengungsi.
Mensos menjelaskan, total bantuan yang telah digelontorkan Kemensos selama masa tanggap darurat bencana di Aceh mencapai Rp46 miliar. Bantuan tersebut mencakup santunan, logistik, hingga operasional dapur umum.
“Selama dua minggu terakhir, Kemensos telah mendirikan 21 titik dapur umum di Aceh yang sempat melayani hingga 100 ribu porsi makanan per hari. Saat ini masih ada 14 dapur umum yang beroperasi dengan kapasitas sekitar 85 ribu porsi per hari,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dalam penanganan bencana di wilayahnya. Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara merata.
“Jika di beberapa titik kebutuhan sembako sudah tercukupi, maka bantuan akan difokuskan ke pengungsi yang belum menerima,” ujar Mualem, sapaan akrab Gubernur Aceh.
Ia juga menegaskan Pemerintah Aceh tetap membuka ruang bagi bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar daerah, selama sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, banyak bantuan yang datang secara tulus, termasuk dari luar negeri, sebagai bentuk solidaritas untuk masyarakat Aceh yang terdampak bencana.(*)
