Pembangunan Huntara di Pidie Jaya Capai Tahap Percontohan, Target Rampung Sebelum Ramadan

Jeumpa Media | Pidie Jaya – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pidie Jaya terus dikebut.

Huntara tersebut dibangun di kompleks Kantor Bupati Pidie Jaya, Gampong Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, dengan target dapat dihuni sebelum bulan Ramadan 2026.

Huntara dibangun di atas lahan seluas sekitar 9.500 meter persegi yang disediakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh. Total hunian yang akan dibangun direncanakan sebanyak 135 kamar yang terbagi dalam 27 unit couple, dengan pola penataan saling berhadapan.

“Setiap unit huntara memiliki ukuran 7 x 18 meter, terdiri atas lima unit kamar, dengan luas masing-masing kamar sekitar 4 x 8 meter. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, kawasan huntara dilengkapi dua unit sumur bor”, ungkap Sersan Kepala (Serka) Mahmud selaku Koordinator Pembangunan Huntara Pidie Jaya saat dijumpai Jeumpa Media pada Selasa, (30/12/2025).

Pembangunan dimulai dengan pengerjaan unit percontohan pada 21 Desember 2025. Hingga 30 Desember 2025, satu unit couple huntara yang terdiri dari 5 kamar telah hampir rampung dan menjadi acuan pembangunan unit lainnya.

Saat ini, proses pembangunan melibatkan 17 personel gabungan dari Yonzipur 16 Pidie Jaya dan Zidam Iskandar Muda.

Serka Mahmud, mengatakan pembangunan huntara dipercepat agar masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.

“Pembangunan huntara ini kami percepat agar masyarakat terdampak bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak. Saat ini satu unit couple sudah selesai sebagai percontohan, dan pembangunan unit lainnya akan terus dikebut agar sebelum Ramadan seluruh huntara sudah bisa dihuni,” ujar Serka Mahmud.

Pembangunan huntara ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana di Pidie Jaya, sekaligus solusi sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Pemerintah daerah berharap, dengan tersedianya huntara, aktivitas dan kehidupan masyarakat terdampak dapat kembali berjalan lebih stabil sembari menunggu pembangunan hunian permanen. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *