Trump Makin Keterlaluan, Eropa Kecam Niat AS Caplok Greenland dan Denmark!

Jeumpa Media | Amerika Serikat – Usai melakukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela, kini Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana barunya yang berujung di kecam para pemimpin Internasional.

Trump kembali menegaskan klaimnya atas Greenland demi kepentingan keamanan nasional, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, hal itu di ungkapnya saat dalam perjalanan menuju Washington dengan Air Force One, pada Minggu (4/1/2025).

“Kami membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya,” ungkap Trump, dikutip dari AFP.

Sebelumnya aksi militer Washington di Venezuela memicu kembali kekhawatiran terkait Greenland, yang berulang kali dikatakan Trump ingin dianeksasi karena lokasi yang strategis di kawasan Arktik.

Para pemimpin Eropa pun turut terkejut oleh tindakan Trump yang mengerahkan militer AS ke Caracas dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang kini ditahan di New York.

Dunia internasional menilai, alibi Trump menuduh Maduro dengan alasan penyelundupan narkoba agar Trump dapat mengelola Venezuela tanpa batas waktu serta memanfaatkan cadangan minyaknya yang besar.

Bahkan Trump semakin merajalela, Ia kembali menekankan bahwa Greenland, yang memiliki kekayaan mineral penting bagi industri teknologi, diperlukan demi keamanan nasional AS.

Dilansir dari AFP, saat wawancara telepon dengan The Atlantic mengenai implikasi operasi militer di Venezuela terhadap Greenland, Trump mengatakan hal itu terserah pihak lain untuk menilainya, ia sama sekali tak perduli dengan pandangan dunia terkait tindakannya.

“Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu,” ujar Trump.

“Namun kami memang membutuhkan Greenland, tentu saja. Kami membutuhkannya untuk pertahanan,” tambah Trump.

Sementara itu, Katie Miller, istri penasihat utama Trump, mengunggah gambar bendera Greenland yang diwarnai menyerupai bendera AS dengan keterangan singkat “SEGERA”.

Denmark dan Uni Eropa pun merespons agenda Greenland terhadap wacana Trump tersebut dengan kemarahan.

“Saya harus mengatakan ini dengan sangat jelas kepada AS: sungguh tidak masuk akal mengatakan bahwa AS seharusnya mengambil alih Greenland,” ucap Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.

Ia juga menyerukan agar Washington menghentikan “ancaman terhadap sekutu lamanya”.

Disisi lain, PM Greenland Jens-Frederik Nielsen mengecam unggahan itu sebagai “tidak menghormati”.

“Hubungan antarnegara dan masyarakat dibangun atas dasar saling menghormati dan hukum internasional, bukan melalui gestur simbolik yang mengabaikan status dan hak kami,” tulisnya di X.

“tidak ada alasan untuk panik atau khawatir. Negara kami tidak untuk dijual, dan masa depan kami tidak ditentukan oleh unggahan media sosial”, lanjutnya lagi di X.

Menanggapi unggahan itu, Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moeller Soerensen, mengingatkan negaranya, anggota NATO, telah memperkuat keamanan Arktik dan bekerja sama dengan Washington.

“Kami adalah sekutu dekat dan seharusnya terus bekerja sama sebagai sekutu,” tulis Jesper Soerensen.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *