Pemungutan Suara WNI di Afrika Gunakan Metode Ini

Jeumpa.com | Nairobi – Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Nairobi menggunakan tiga metode pemungutan suara. Khususnya untuk WNI di Kenya, Somalia, Republik Demokratik Kongo, dan Uganda sesuai wilayah akreditasi KBRI Nairobi, Selasa, (16/1/2024).

Menurut Ketua PPLN Nairobi Maya Muhdar, jumlah WNI yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) Nairobi sebanyak 194 orang. Ini yang tersebar di empat negara Afrika tersebut.

“PPLN Nairobi menetapkan satu tempat pemungutan suara (TPS) di Nairobi, dua kotak suara keliling (KSK) di Uganda dan Mombasa, Kenya. Serta dua pos di Republik Demokratik Kongo dan Somaliland,” kata Maya kepada Antara, Senin (15/1/2024).

WNI yang akan mencoblos melalui TPS dan KSK dijadwalkan pada 10 Februari 2024 sementara yang melalui pos dilakukan beberapa hari sebelumnya. Menurut Maya, kendala yang dihadapi PPLN Nairobi adalah dinamika perpindahan pemilih, baik yang masuk atau keluar wilayah kerja PPLN Nairobi.

Selain itu, dalam proses pemindahan pemilih dari domisili awal kepada domisili baru terdapat kendala. Mengenai surat suara yang sudah ditetapkan dalam PKPU 25/2023 untuk PPLN Nairobi.

“Termasuk kurangnya pengertian pemilih untuk mengecek dan mengonfirmasi data pemilih sudah tercantum dalam DPT. Ini menyebabkan beberapa pemilih terdeteksi tidak terdaftar di mana pun,” ujarnya.

Meskipun demikian, Maya menyebut antusiasme WNI menyambut hari pemungutan suara sudah mulai terlihat. Beberapa pemilih mengontak PPLN Nairobi untuk memastikan bahwa pemilih terdaftar.

“Banyak yang menanyakan hari dan jam pemungutan suara, kapan mereka dibolehkan datang untuk memilih, dan lain-lain. Secara kontinyu, kami mengingatkan tentang hari pemungutan suara kepada WNI di Kenya dan negara di bawah PPLN Nairobi,” ucapnya.

WNI di Kenya sebagian besar merupakan rohaniwan. Juga ada pula pekerja di organisasi internasional, perusahaan swasta, organisasi masyarakat sipil, serta sebagian kecil pelajar dan mahasiswa.

Sementara di Republik Demokratik Kongo, warga Indonesia banyak bekerja di sektor pertambangan dan perkayuan. Sedangkan WNI di Uganda sebagian besar merupakan pekerja perkebunan serta masyarakat diaspora Indonesia. (Sumber: RRI Digital). (Mr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *