Jeumpa Media | Aceh Timur – Tragedi Idi Cut – Arakundo, salah satu peristiwa kelam masa lalu di Aceh sebagai pelanggaran HAM berat, kembali diperingati dalam doa bersama di lapangan Simpang Kuala Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (14/2/2026).
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky mengatakan bahwa dua peristiwa yang masuk pelanggaran HAM berat di wilayah Aceh Timur yaitu Arakundo dan Bumi Flora,
” Secara non yudisial, kedua peristiwa ini harus menjadi perhatian khusus jangan hanya 3 peristiwa saja yang telah diakui negara pada masa Presiden Jokowi, yaitu Simpang KKA, Jambo Kepok dan Rumoh Geudong.
Kita berharap semoga nantinya semua korban mendapat perlakuan yang adil” ujar Bupati dengan slogan Garang ini.
Sementara itu, Tgk Muhammad Yunus dalam peringatan tersebut turut menekankan bahwa Aceh bukan tempat kebencian tapi tempat kehormatan. Menurutnya, peringatan serupa untuk peristiwa kelam yang lainnya juga penting untuk dilakukan dalam menjaga sejarah Aceh.
“Kita rawat sejarah jni dengan mengadakan peringatan di setiap peristiwa konflik masa lalu Aceh.
Dinas atau lembaga terkait sebaiknya juga dapat menganggarkan untuk kegiatan serupa di semua peristiwa agar generasi muda tidak melupakan sejarahnya. ” ujar pria yang akrab disapa Abon Yunus yang kini juga menjabat Ketua Baitul Mal Aceh.
Turut hadir dalam doa bersama sejumlah pihak terkait yaitu dari perwakilan Kementrian HAM RI, KomnasHAM, Wali Nanggroe Aceh, Komisioner KKR Aceh, BRA, Kanwil HAM, Kesbangpol Aceh, MAA, Anggota DPRA, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur, unsur KPA Aceh Timur, Camat setempat serta tokoh masyarakat dan tentunya keluarga korban.
Selain doa bersama, acara ini juga diisi dengan santunan anak yatim juga untuk keluarga korban.
Tragedi Idi Cut-Arakundo adalah peristiwa pembantaian warga sipil yang terjadi pada 3 februari 1999 di Simpang Kuala, Idi Cut. Peristiwa bermula ketika ribuan warga usai menghadiri dakwah di Desa Matang Ulim yang disebut membahas sejarah perjuangan rakyat Aceh. Sepulang acara, aparat keamanan dilaporkan melepas tembakan ke arah massa yang tengah dalam perjalanan pulang didepan Koramil dan Polsek setempat.
Beberapa sumber menyebut setidaknya 7 orang tewas dan ratusan luka-luka.
Tragedi ini identik dengan nama sungai Arakundo karena sejumlah jenazah korban ditemukan disungai tersebut setelah dibuang dari atas jembatan. * (And)
