Makin Memanas! Iran Ancam Hantam Pelabuhan UEA, Balas Serangan AS ke Pulau Kharg

Jeumpa Media | Taheran- Ketegangan di Teluk Persia kembali memanas setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) secara terbuka mengancam akan menyerang pelabuhan-pelabuhan di Uni Emirat Arab (UEA).

Ancaman ini disebut sebagai balasan langsung atas serangan militer Amerika Serikat terhadap Pulau Kharg, yang selama ini menjadi urat nadi ekspor minyak Iran.

Dalam pernyataan keras yang dikutip kantor berita Tasnim News Agency dan dilaporkan Al Jazeera, IRGC menuding UEA telah menjadi “tempat persembunyian” pasukan AS, Sabtu (14/3/2026).

Karena itu, pelabuhan, dermaga, hingga fasilitas militer yang diduga digunakan oleh tentara Amerika di negara tersebut dinyatakan sebagai target sah bagi serangan balasan Iran.

IRGC bahkan mengklaim telah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada pemerintah UEA mengenai potensi serangan tersebut. Warga sipil pun diperingatkan untuk menjauh dari area pelabuhan serta pangkalan militer AS agar tidak menjadi korban dalam eskalasi konflik yang terus memanas.

Tak berhenti pada ancaman, IRGC dilaporkan telah melancarkan serangan ke pelabuhan di Fujairah. Otoritas setempat menyebut kebakaran terjadi setelah sebuah drone jatuh usai dicegat sistem pertahanan udara.

Di saat yang sama, Iran juga disebut mengincar dua pelabuhan strategis lain di UEA, yakni Pelabuhan Jebel Ali di Dubai serta Pelabuhan Khalifa di Abu Dhabi.

Jebel Ali sendiri dikenal sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Timur Tengah, sehingga setiap ancaman terhadapnya berpotensi mengguncang jalur perdagangan regional.

Ketegangan ini dipicu oleh serangan militer AS sehari sebelumnya. Pada Jumat (13/3/2026), pasukan AS menggempur fasilitas militer Iran di Pulau Kharg, lokasi yang berperan vital sebagai pusat ekspor minyak Iran dan menangani sekitar 90 persen pengiriman minyak negara tersebut ke pasar global.

Presiden AS Donald Trump bersikeras bahwa operasi itu hanya menargetkan instalasi militer. Namun, ia juga melontarkan peringatan keras: Washington siap mempertimbangkan serangan terhadap fasilitas minyak Iran jika Teheran terus menutup Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan energi dunia.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *