DPR RI Sindir Keras Koperasi Desa Merah Putih: Jangan Sampai Cuma Jadi ‘Indomaret Berkedok Koperasi!

Jeumpa Media | Jakarta- Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, melontarkan kritik tajam terhadap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilainya justru dipenuhi produk-produk pabrikan.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengaburkan tujuan utama koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat di tingkat desa.

Dalam rapat kerja bersama Menteri UMKM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Yoyok mempertanyakan identitas dan arah kebijakan KDMP jika produk yang dijual tidak berbeda dengan yang tersedia di jaringan minimarket modern.

Ia menilai koperasi desa semestinya menjadi benteng ekonomi masyarakat dengan memprioritaskan kebutuhan pokok seperti gas, beras, gula, minyak goreng, hingga tepung.

Tak hanya itu, KDMP juga seharusnya menjadi etalase utama bagi produk-produk UMKM lokal agar perputaran ekonomi benar-benar kembali ke warga desa.

“Kalau koperasi dibuat seperti Indomaret atau Alfamart, lalu apa bedanya? Jangan sampai hanya ganti papan nama, tetapi isi dan pola bisnisnya sama. Yang dijual produk pabrikan semua, sementara keuntungan tetap mengalir ke kelompok pemilik modal besar,” tegas Yoyok.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menyentil kekhawatiran bahwa koperasi yang seharusnya memperkuat ekonomi kerakyatan justru berisiko menjadi perpanjangan tangan distribusi produk korporasi besar.

Meski melontarkan kritik keras terhadap konsep dan implementasi KDMP, Yoyok tetap mendukung langkah pemerintah memperkuat sektor UMKM. Dalam rapat yang sama, ia menyatakan persetujuannya terhadap usulan tambahan anggaran Kementerian UMKM sebesar Rp1,5 triliun di luar pagu indikatif Rp459 miliar.

Menurutnya, dukungan anggaran tersebut penting untuk mempercepat upaya mendorong jutaan pelaku usaha mikro agar mampu naik kelas dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *