Merasa Tertinggal, Masyarakat Peureulak Nyatakan Sikap Lepas dari Aceh Timur

Jeumpa Media | Aceh Timur- Gelombang tuntutan pemekaran wilayah kembali mengemuka di Aceh Timur. Masyarakat dari 10 kecamatan di kawasan Peureulak secara terbuka mendeklarasikan keinginan untuk berpisah dari Kabupaten Aceh Timur dan mendorong lahirnya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Peureulak Raya.

Deklarasi tersebut disampaikan dalam peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah yang berlangsung di Monumen Islam Asia Tenggara (Monisa), Gampong Bandrong, Kecamatan Peureulak, Selasa (16/6/2026).

Ketua Pemekaran Bandar Khalifah, Fattah Fikri, menyebut deklarasi itu bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan sikap masyarakat yang selama bertahun-tahun memperjuangkan pemekaran wilayah demi mendapatkan pembangunan yang lebih merata dan pelayanan publik yang lebih dekat.

Sepuluh kecamatan yang menyatakan dukungan terhadap pembentukan Kabupaten Peureulak Raya meliputi Birem Bayeun, Rantau Selamat, Sungai Raya, Peureulak Timur, Peureulak, Peureulak Barat, Rantau Peureulak, Peunaron, Serbajadi, dan Simpang Jernih.

Dalam orasinya, Fattah menegaskan bahwa aspirasi untuk memisahkan diri dari Aceh Timur lahir dari keresahan masyarakat terhadap lambannya pemerataan pembangunan di wilayah timur kabupaten tersebut.

“Keinginan ini muncul karena masyarakat menilai pemekaran merupakan jalan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Menurutnya, luasnya wilayah Aceh Timur serta keterbatasan anggaran daerah selama ini menjadi kendala utama yang menyebabkan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik belum dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat.

Momentum Tahun Baru Islam, kata Fattah, sengaja dipilih untuk menyuarakan aspirasi tersebut secara terbuka di hadapan para tokoh masyarakat dan pejabat yang hadir.

Ia mengungkapkan bahwa perjuangan pembentukan Kabupaten Peureulak Raya telah berlangsung dalam waktu yang panjang, namun hingga kini masih terbentur berbagai regulasi dan proses administratif yang belum tuntas.

“Masyarakat sudah lama menginginkan pemekaran ini, tetapi hingga sekarang masih terkendala sejumlah aturan dan tahapan administrasi,” katanya.

Fattah juga menyerukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan agar perjuangan pembentukan DOB Peureulak Raya tidak lagi menghadapi hambatan.

“Kami berharap semua pihak mendukung aspirasi ini. Tujuannya jelas, mempercepat pembangunan dan menghadirkan pelayanan yang lebih dekat bagi masyarakat,” tegasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *