Karhutla Meluas di Indonesia: Api Kepung Permukiman, Jutaan Warga Terancam

Jeumpa Media | Palangka Raya — Kepanikan terjadi di kawasan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, ketika kobaran api dan asap tebal mengepung permukiman warga. Delapan orang yang terjebak di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Di tengah proses penyelamatan, seorang warga bernama Endang Susilawati bahkan meminta pertolongan kepada tim penyelamat karena khawatir anggota keluarganya masih berada di dalam rumah yang terbakar.

“Rumah saya terbakar! Masih banyak orang di dalam rumah!” teriak Endang kepada tim penyelamat.

Api dan asap disebut mengepung adik serta kakeknya. Setelah terjebak dalam kepungan asap selama berjam-jam, keduanya bersama sejumlah warga lainnya akhirnya berhasil dikeluarkan dari lokasi.

Total terdapat delapan warga berusia 14 hingga 76 tahun yang dievakuasi dalam operasi tersebut.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palangka Raya mengerahkan tim rescue setelah menerima laporan adanya warga yang terjebak di kawasan Jalan Mahir Mahar, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.

Laporan mengenai kondisi tersebut diterima petugas siaga KPP Palangka Raya sekitar pukul 17.30 WIB dari relawan setempat.

Dilansir dari berbagai sumber, Tim SAR kemudian berkoordinasi dengan sejumlah instansi sebelum bergerak menuju kawasan terdampak untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

“Begitu menerima informasi, tim siaga langsung kita gerakkan ke titik lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian dan evakuasi masyarakat yang terjebak di sekitar lokasi Karhutla,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, Alit.

Operasi penyelamatan dilakukan di tengah kondisi yang tidak mudah. Petugas harus menghadapi kobaran api serta kepulan asap tebal ketika mencari dan membawa warga keluar dari kawasan terdampak.

Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari KPP Palangka Raya, BPBD-PK Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kota Palangka Raya, Damkar Kota Palangka Raya, serta masyarakat sekitar.

Setelah sekitar dua jam melakukan operasi, seluruh warga yang terjebak berhasil dievakuasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Proses evakuasi berlangsung selama dua jam, dan kondisi semua korban dapat dievakuasi dengan selamat,” kata Alit.

Namun, kejadian tersebut kembali menunjukkan bahwa karhutla tidak hanya mengancam kawasan hutan. Ketika api mendekati permukiman, warga dapat sewaktu-waktu terjebak dalam kepungan asap dan kobaran api.

Dampaknya juga meluas ke persoalan kesehatan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang disebut dalam laporan tersebut, kabut asap akibat karhutla di Kalimantan dan Sumatra telah berdampak terhadap lebih dari lima juta orang, dengan sekitar 13.500 orang harus mendapatkan perawatan akibat infeksi pernapasan.

Peristiwa di Jekan Raya menjadi gambaran lain dari dampak karhutla yang terus mengancam masyarakat. Bukan hanya hutan dan lahan yang terbakar, tetapi juga keselamatan warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *