Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

Jeumpa.com | Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjadi salah satu penentu program makan siang gratis Prabowo-Gibran terlaksana pada 2025. Adapun program makan siang gratis ini direncanakan masuk APBN dan dijalankan pada 2025.

Dalam sidang kabinet bersama Jokowi kemarin, program Prabowo-Gibran ini direncanakan memiliki anggaran Rp 15.000 per anak. Hanya saja dalam anggaran ini belum termasuk susu gratis.

Lantas, apa saja komentar Sri Mulyani mengenai program makan siang gratis tersebut?

 

1. Defisit APBN Bakal Makin Lebar

Di kutip Dri liputan6 Pemerintah sendiri sudah menargetkan defisit APBN 2025 maksimal di angka 2,8 persen. Angka ini melebar jika dibandingkan target 2024 yang sebesar 2,29 persen. Salah satu penyebabnya adalah program makan siang gratis ini.

“Semuanya sudah harus masuk di situ, enggak ada yang on top. Gitu ya. Jadi di dalam defisit itu sudah termasuk seluruh kebutuhan kementerian/lembaga dan berbagai komitmen-daskomitmen yang ada,” ujar Sri Mulyani.

 

2. Penghitungan Anggaran Baru Bulan Depan

Sri Mulyani mengakui belum bisa membahas mengenai detail anggaran mengenai makansiang gratis ini. Hal tersebut lantaran masih menghormati keputusan KPU mengenai hasil Pemilu 2024.

 

3. Penyesuaian Program Lain di 2025

Adanya kebutuhan program makan siang gratis ini, Menkeu memastikan ada penyesuaian program-program lain.

“Ini nanti kita lihat dari existing program dengan apa yang akan masuk baru. Itu nanti akan dihitung dalam sebulan ke depan,” katanya.(YM)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *