Kemenkes Minta Masyarakat Waspada Flu Singapura Usai Libur Lebaran

Jeumpa Media | Jakarta – Arus balik mudik setelah lebaran semakin meningkat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi ancaman penularan hand, foot and mouth disease (HFMD) atau flu singapura.

Juru Bicara Kemenkes dr. M Syahril menjelaskan bahwa, penyakit ini memiliki kecepatan penularan yang sangat tinggi meski jarang menyebabkan sakit berat. “Pergerakan manusia selama perjalanan mudik berpotensi mempercepat penyebaran, terutama di kalangan bayi dan balita,” ucap Syahril, dalam pernyataannya pada Senin (15/4/2024).

Merujuk pada data Kemenkes, tercatat sudah ada kurang lebih 6.500 kasus HFMD hingga Senin (8/4/2024). Sebagian besar kasus ini terjadi pada usia anak-anak, dan sebagian lainnya pada orang dewasa.

Kasus HFMD saat ini banyak tersebar di Pulau Jawa, di antaranya Jawa Barat dengan 2.119 kasus tertinggi, disusul Banten 1.171 kasus, DI Yogyakarta 561 kasus, dan Jawa Tengah 464 kasus terendah.

“Ada tren peningkatan, ditambah mudik dan libur panjang itu berpotensi terjadi peningkatan kasus flu Singapura,” jelas dr. Syahril. Penularan dan gejala flu singapura Penyebab penyakit HFMD adalah virus genes Enterovirus. Spesies enterovirus yang paling sering menyebabkan HFMD adalah Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71).

Berikut gejala flu singapura meliputi:

1. Demam

2. Sakit tenggorokan

3. Sariawan yang terasa nyeri seperti lepuh di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi

4. Ruam di telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang di pantat juga.

5. Ruamnya tidak gatal, tapi terkadang melepuh. Tergantung pada warna kulit, ruam mungkin tampak merah, putih, abu-abu, atau hanya terlihat sebagai benjolan kecil

6. Rewel pada bayi dan balita Kehilangan selera makan.

Seseorang dapat tertular flu singapura melalui berbagai cara. Misalnya berbagi alat makan atau minum dengan penderita.
Kemudian tidak sengaja menghirup percikan liur atau udara ketika penderita bersin atau batuk.

Selain itu, menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan setelah menyentuh tinja penderita (misalnya ketika mengganti popok bayi).

Selanjutnya menyentuh benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh mata, hidung, atau memasukkan jari ke dalam mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Anak-anak di bawah usia 5 hingga 7 tahun berisiko lebih tinggi terkena flu singapura dibandingkan orang dewasa. Namun, remaja maupun dewasa juga tetap bisa terserang HFMD.

Cara mencegah flu singapura Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI yaitu:

1. Rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, khususnya setelah BAB, mengganti popok anak, menyiapkan makanan, dan sebelum makan

2. Tidak berbagi alat makan dan minum, serta kontak dekat dengan seseorang yang sedang sakit

3. Menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk, bisa dengan memakai tisu atau menggunakan lipat siku bagian dalam

4. Rutin membersihkan dengan benar benda yang dapat menjadi media penularan virus seperti gagang pintu, meja, dan remote TV

5. Beristirahat di rumah bila sedang mengalami gejala flu Singapura, sampai kondisi benar-benar pulih

Perlu juga diketahui, sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah flu Singapura. Oleh sebab itu, untuk penderita sebaiknya diisolasi guna mencegah penularan virus lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *