5 Cara Ajarkan Anak Terhindar Pelecehan Seksual

Jeumpa.com | Maraknya kasus pelecehan seksual yang juga menimpa usia anak, sebagai Ibu tentu sangat mengkhawatirkan sehingga penting mengetahui cara ajarkan anak untuk menghindari hal tersebut.

Paling penting, jangan anggap sepele ketika si kecil diraba-raba—baik tanpa atau dengan kekerasan—oleh orang lain.

Sekalipun si kecil bercerita sepotong-sepotong atau bahkan ia bersikap seolah-olah itu adalah hal yang tidak penting.

Karena bisa saja ia sesungguhnya sangat takut untuk menceritakan hal tersebut pada kita.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, terdapat 2.556 anak korban kekerasan seksual sejak Januari hingga 31 Juli 2020 lalu.

Astrid Wen, M.Psi., psikolog anak, memberikan 5 kiat penting yang bisa diterapkan sebagai bekal kita pada anak untuk menghindari pelecehan seksual sebagaimana dilansir dari Nova.id :

1.Biasakan Pola Komunikasi Terbuka

Pola komunikasi yang terbuka akan sangat membantu kita untuk mengetahui kondisi anak dengan jelas dan pasti.

Kita bisa membiasakan budaya komunikasi dua arah  dan memberikan pertanyaan- pertanyaan untuk  memancingnya bercerita tanpa menghakimi atau menyalahkan. Kebiasaan ini akan membantu anak nyaman untuk bercerita.

“Anak akan jadi terbiasa menceritakan apa saja yang terjadi padanya, baik kegelisahan atau kesukaannya. Mereka akan cari dan cerita ke kita. Maka kita jadi lebih bisa mengantisipasi hal-hal yang mungkin membahayakan anak,” ujar Astrid.

2.Beri Edukasi Seks dan Hubungan Personal

Berikan bekal edukasi seks dan hubungan personal yang sesuai dengan tahapan perkembangan usia anak.

Edukasi seks bahkan bisa kita ajarkan pada anak saat usianya baru 3 tahun.

Misalnya, mulai memberitahu mengenai bagian privat pada tubuhnya yang tak boleh dilihat atau disentuh orang lain tanpa seizinnya.

Lalu, edukasi hubungan personal bisa dilakukan dengan mengajarkan anak cara bersikap dan memperlakukan orang lain dengan benar.

Medianya adalah contoh hubungan di dalam keluarga.

Ingat, anak- anak sering kali belajar  lewat pengalaman yang dialami di dalam lingkungan rumahnya, dari cara orang- orang di dalam rumah  memperlakukan satu sama lain.

Ketika ayah melakukan kekerasan kepada ibu, anak bisa jadi melihatnya sebagai kewajaran jika nanti dia mungkin mendapatkan kekerasan dari orang lain.

Begitu pun sebaliknya, ia bisa melakukan kekerasan terhadap orang lain.

“Maka itu, kita perlu memberikan pengalaman berelasi yang benar dengan orang-orang yang ada di rumah. Jadi anak tahu mana yang benar untuk dilakukan. Sehingga ketika ada orang asing yang perilaku relasinya aneh dan tak sesuai dengan apa yang dia lihat di rumah, dia akan cari pertolongan dan bercerita pada kita,” jelas Astrid.

Baca Juga : KKR Aceh Bersama DP3A Bahas Peluang Pemenuhan Hak Perempuan Korban dan Korban KS

3. Main Bersama Lebih Sering

Lebih sering bermain dengan anak akan meningkatkan kedekatan di antara kita dan anak.

Hal ini juga akan membuat dia merasa diperhatikan dan lebih nyaman untuk bergantung secara emosional kepada kita.

Kalau kita terlalu sibuk dan tidak pernah bermain dengan dia, anak mungkin tidak akan mencari kita untuk bercerita atau minta pertolongan.

4.Melatih Anak Berkata “Tidak”

Biasakan memberi ruang pada anak untuk menyampaikan emosi dan pilihannya.

Mulai dari hal kecil saja, seperti memilih baju atau makanan. Jangan memaksakan kehendak kita pada anak.

Sebab, kondisi pemaksaan bisa membuatnya tidak terbiasa atau takut untuk berkata “tidak”.

5.Latihan Bela Diri

Bela diri sebenarnya akan membantu melatih kepercayaan diri dan keberanian anak.

Sehingga bisa memperkecil risiko untuk anak menjadi calon korban kekerasan.

Karena biasanya memang yang menjadi korban kekerasan adalah orang-orang yang dilihat oleh pelaku itu lemah atau mudah diancam dan dimanfaatkan.

Jadi, jika anak suka, maka boleh ikutkan dia pada kelas bela diri.

Nah, itulah 5 cara ajarkan anak agar terhindar dari pelecehan seksual. (and)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *