Jeumpa.com | SIGLI – Polres Pidie masih melakukan penyelidikan terhadap lenyapnya Rp 150 juta uang milik Yusra Binti Nurdin (51) warga Gampong Kumbang Unoe, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie di rumahnya.
Dikutip dari SerambiNews.com, Uang sebesar itu dikuras pencuri di rumah Tgk Yusra sapaan akrab warga terhadap Yusra Binti Nurdin pada, Minggu (19/11/2023) sekitar pukul 23.00 WIB.
“Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap rumah Yusra Binti Nurdin, yang disantroni maling,” kata Kapolres Pidie, AKBP Imam Asfali SIK, Selasa (21/11/2023).
Ia menjelaskan, kejadian pencurian itu terjadi, Minggu (19/11/2023) malam.
Berawal Tgk Yusra pergi ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, sekitar pukul 01.00 WIB, dini hari, untuk membawa suami korban yang sakit untuk berobat di rumah sakit pemerintah tersebut.
Saat itu, kata Kapolres Pidie, Tgk Yusra membawa semua keluarganya ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.
Kecuali tidak dibawa keponakan Tgk Yusra bernama Humaira, yang menyandang tuna wisma (bisu).
Namun, sekitar pukul 22.30 WIB, kedua anak Tgk Yusra pulang dari rumah sakit ke rumahnya. Salah satu anak Tgk Yusra bernama Munawarah terkejut melihat jendela kamar ibunya Tgk Yusra telah terbuka dan sudah rusak.
Munawarah menghubungi ibunya Tgk Yusra yang masih berada di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, untuk memberitahukan terkait jendela kamar telah terbuka.
“Mendengar pengakuan anaknya, korban bergegas pulang ke rumahnya di Gampong Kumbang Unoe, Kecamatan Glumpang Baro,” ujar Kapolres Imam Asfali.
Kata Kapolres Pidie, sekira pukul 23.00 WIB, Tgk Yusra tiba di rumahnya. Sesampai di rumah, Tgk Yusra langsung masuk ke dalam kamarnya. Tgk Yusra sontak terkejut melihat uang sebesar Rp 150 juta lenyap dibawa kabur pencuri.
“Kasus pencurian terhadap rumah Tgk Yusra masih dalam penyelisikan Satuan Reskrim Polres Pidie.
Polisi telah turun ke rumah Tgk Yusra, guna melakukan olah TKP. Kita juga belum mengetahui jumlah dan identitas pelaku,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat Pidie idealnya menyimpan uang di bank, agar uang tersebut aman dari aksi pencurian.
Sebab, jika menyimpan uang dalam jumlah besar di rumah akan berpotensi tidak aman.
“Saya imbau kepada masyarakat, hendaknya menyimpan uang di bank, agar aman. Juga semua desa di Pidie harus meningkatkan keamanan di gampong, guna menutupi ruang gerak bagi pelaku kriminal untuk melakukan aksinya,” pungkas Kapolres Pidie.
