Jeumpa Media | Aceh Barat – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan berlangsung dari 8 hingga 20 September 2024, rehabilitasi Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aceh Barat di Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo, yang berada di jalan lintas nasional Meulaboh-Tapak Tuan, diklaim telah tuntas sepenuhnya oleh konsultan pengawas pekerjaan gedung tersebut, Senin (19/08/2024).
Rehabilitasi GOS ini berada di bawah Satuan Kerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh, dan dikerjakan oleh CV Particle Engineering dengan kontrak senilai Rp3,5 miliar.
Dari hasil pemantauan, pada lantai GOS Aceh Barat yang merupakan salah satu bagian yang dirawat, ditemukan adanya retakan-retakan kecil atau yang biasa disebut dengan retak rambut.
Zulham, konsultan pengawas dari Buildco Konsultan, menjelaskan bahwa rehabilitasi GOS tersebut telah selesai dikerjakan satu pekan yang lalu. Namun, pembersihan baru selesai dilakukan pada Senin, 19 Agustus 2024, yang juga merupakan hari berakhirnya masa kontrak.
Menurutnya, keretakan yang terjadi pada lantai GOS, yang akan digunakan sebagai venue Hand Ball (Bola Tangan) pada PON XXI Aceh-Sumut, disebabkan oleh bentangan lantai lapangan yang terlalu besar.
“Hari ini hari mati kontrak, sebenarnya sudah seratus persen selesai dari seminggu yang lalu, hanya pembersihan yang belum final. Sesuai RAB [Rencana Anggaran Biaya], desain sudah mencukupi, tetapi karena bentangnya terlalu besar, dia bakal ada retak rambut, tebalnya cuma dua centi. Beda dengan dinding per tiga meter yang ada tiang, kemungkinan retak itu tidak ada, tapi kalau bentangnya luas pasti retak,” ungkap Zulham.
Ia menambahkan, luas lantai lapangan untuk venue PON cabang olahraga Hand Ball tersebut memiliki bentangan 40 meter × 60 meter, yang menyebabkan terjadinya keretakan.
Zulham juga menjelaskan bahwa masa pemeliharaan terhadap rehabilitasi GOS tersebut memiliki rentang waktu 60 hari. Jika terjadi kerusakan, rekanan akan melakukan perbaikan ulang.
“Ini tidak berpengaruh terhadap olahraga. Misalnya, masih dalam masa pemeliharaan 60 hari ada retak, kita perbaiki lagi. Ada masa pemeliharaan selama 6 bulan, kalau ada kekurangan akan kita perbaiki segera,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rehabilitasi arena PON tersebut meliputi plafon, pergantian bola lampu, rehabilitasi kamar mandi, membran, serta pengecatan, pengacian, atau plesteran lantai arena.
“Yang dilakukan rehab adalah atap membran, pengecatan sebagian area sekitar tangga, pengacian lantai untuk lapangan handball, ada plafon, penggantian lampu, dan pembersihan akhir. Ada sebagian kamar mandi yang diganti pintunya,” imbuhnya.
