Rekan Sejawat Diperkosa dan Dibunuh, Dokter di India Mogok Kerja

Jeumpa Media | India – Moumita Debnath (31), seorang dokter magang pascasarjana diduga mengalami pemerkosaan dan pembunuhan di salah satu rumah sakit pemerintah terbesar di Kolkata, India. Akibatnya, ribuan dokter melakukan aksi mogok kerja dan melumpuhkan layanan kesehatan di India, Rabu (21/08/2024).

Dilansir dari Tempo, kejadian naas yang menimpa Debnath ini terjadi pada Jumat (09/08/2024) lalu. Sebelum kejadian, tepatnya pada pada pukul 2 dini hari, ia beristirahat di Rumah Sakit dan Sekolah Medis RG Kar.

Namun, keesokan paginya, tubuh Debnath ditemukan dalam keadaan setengah telanjang dengan kondisi hidung dan mata ditutup, dan kepala ditekan kuat ke dinding atau lantai untuk membungkam teriakan.

Sementara itu, setelah dilakukan autopsi, ditemukan adanya tindak kekerasan seksual. Ia mengalami pendarahan di mata, mulut, serta area pribadi. Selanjutnya, juga terdapat luka di kaki kiri, leher, tangan, kanan, jari manis, dan bibir. Diduga kejadian ini terjadi pada pukul 3 hingga 6 pagi.

Laporan autopsi menunjukkan indikasi adanya pemerkosaan massal karena ditemukan 151 mg cairan (air mani) dari swab vagina yang disebut tidak mungkin berasal dari satu orang.

Tetapi kemudian, kepala polisi yang menangani kasus ini membantah hal tersebut.

“Seseorang mengatakan 150 ml air mani ditemukan. Saya tidak tahu dari mana mereka menemukan Informasi semacam ini. Dan itu beredar di media dalam berbagai bentuk. Orang-orang tergoda untuk mempercayainya dan mereka mencoba menciptakan kebingungan di antara orang-orang,” ujar Komisaris polisi Benggala Barat, Vineet Goyal seperti yang dilansir dari detikHealth.

Biro Investigasi Pusat (CBI) India berhasil menangkap pelaku yang merupakan seorang relawan sipil bernama Sanjay Roy.

Pelaku diketahui memiliki akses ke berbagai departemen di rumah sakit karena kedekatannya dengan perwira polisi senior dan otoritas rumah sakit. Selain itu, beberapa tuduhan terkait masa lalunya seperti pelecehan dalam perkawinan serta kebiasaan menonton pornografi pun mencuat.

Akibat dari kejadian ini, para dokter di India melakukan aksi mogok kerja dan menuntut adanya tempat kerja aman serta penyelidikan kriminal yang cepat.

Pemogokan ini membuat layanan rumah sakit terganggu selama hampir satu minggu. Meski pemerintah telah menjanjikan penegakan hukum, hingga Senin (21/08/2024), ribuan dokter muda masih menolak mengakhiri aksi protes atas kejadian yang menimpa Debnath ini.

Para dokter menegaskan tak akan mundur hingga solusi konkret ditemukan, termasuk undang-undang pusat untuk mengekang serangan terhadap dokter. (Tsy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *