Darurat, Rakyat Pakistan Hadapi Masalah Ekonomi dan Kesehatan

Jeumpa Media | Pakistan – Bertahan hidup di bawah rezim baru yang dipimpin oleh PM Shehbaz Sharif membuat masyarakat sipil Pakistan merasa tidak puas. Selain masalah ekonomi, ketidakpuasan masyarakat juga disebabkan oleh masalah kesehatan, Minggu (09/08/2024).

Dilansir dari Liputan 6, kekurangan gizi menyebabkan peningkatan penyakit yang semakin serius di negara Asia Selatan tersebut.

Kaukus Parlementer Perempuan, bersama dengan perwakilan dari UNICEF dan Fafen menemukan bahwa kekurangan gizi merugikan Pakistan sekitar 3 persen dari PDB-nya dan menjadi negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi kedua.

“Saat ini, empat dari 10 anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting, 17,7 persen menderita wasting, 28,9 persen kekurangan berat badan, dan 9,5 persen pada kelompok usia yang sama mengalami kelebihan berat badan,” tulis Dawn News pada 1 September.

Surat kabar tersebut juga menyebutkan jika 2,14 juta anak mengalami kekurangan gizi akut.

“Ini adalah hasil yang memalukan dari apatisme pemerintah dan menunjukkan keengganan untuk menjadikan gizi sebagai program politik,” tambahnya.

Kemudian, pada 2020, UNICEF dalam laporannya menyampaikan bahwa status gizi anak-anak perempuanmu di Paskistan dalam keadaan darurat.

“Sebagian besar anak-anak Pakistan mengalami stunting (satu dari setiap tiga anak), yang mewakili sekitar 6% dari jumlah kasus stunting global. Sindh adalah provinsi yang paling parah terkena dampak di Pakistan dalam hal kekurangan gizi dan kerawanan pangan, dengan prevalensi 49,9% untuk stunting, 16,1% untuk wasting, dan 4,4% untuk wasting parah,” tulisnya.

Sementara itu, Bank Dunia melaporkan jika sekitar 40 persen penduduk Pakistan mengalami stunting, 18 persen mengalami wasting, 29 persen mengalami kekurangan berat badan, dan lebih dari setengahnya mengalami anemia. (Tsy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *