Jeumpa Media | Iran- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat di Teheran. Serangan tersebut juga merenggut nyawa putri, menantu, dan cucu Khamenei.
Kantor berita Fars News Agency pada Minggu (1/3/2026) mengonfirmasi kabar tersebut setelah berkoordinasi dengan sumber internal keluarga pemimpin tertinggi Iran.
“Setelah menjalin kontak dengan sumber-sumber yang mengetahui informasi di lingkungan keluarga Pemimpin Revolusioner, berita tentang kemartiran putri, menantu, dan cucu beliau telah dikonfirmasi,” demikian laporan Fars.
Stasiun penyiaran pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) menyebut Khamenei “telah mencapai syahid”. Ia dilaporkan tewas saat berada di kantornya di Teheran. Hingga kini, belum ada rincian resmi mengenai kronologi maupun teknis serangan yang menewaskannya.
Dilansir dari DetikNews, Pemerintah Iran menetapkan 40 hari berkabung nasional dan tujuh hari libur nasional menyusul kematian pemimpin yang telah berkuasa lebih dari tiga dekade tersebut.
30 Bom di Kompleks Kediaman
Serangan gabungan AS–Israel terjadi pada Sabtu (28/2). Sumber militer menyebut sedikitnya 30 bom dijatuhkan ke kompleks kediaman Khamenei di Teheran.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya secara terbuka menyatakan bahwa Khamenei menjadi target operasi. Ia menyebut pemimpin Iran itu sebagai “diktator kejam” yang selama puluhan tahun menyebarkan teror dan berupaya menghancurkan Israel.
“Selama lebih dari tiga setengah dekade, diktator ini menindas rakyatnya sendiri dan tanpa henti menjalankan rencana untuk menghancurkan Israel. Rencana itu kini telah berakhir — dan ada banyak tanda bahwa dia sudah tidak hidup lagi,” ujar Netanyahu.
Pernyataan senada disampaikan Presiden AS, Donald Trump. Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengumumkan kematian Khamenei.
“Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump.
Iran Membalas
Sebagai respons awal, Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke wilayah Israel serta ke sejumlah negara Arab yang menampung pasukan AS, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait.
Eskalasi ini menandai babak paling berbahaya dalam konflik terbuka antara Iran dengan AS dan Israel, dengan dampak geopolitik yang diperkirakan akan mengguncang kawasan Timur Tengah dan dunia internasional dalam waktu dekat.(*)
