Jeumpa Media | Aceh Timur- Sebuah video yang memperlihatkan warga Desa Melidi, Kabupaten Aceh Timur, masih harus menyeberangi sungai setiap hari karena jembatan yang belum rampung, mendadak viral di media sosial. Unggahan tersebut memicu perhatian publik setelah menyoroti kondisi masyarakat yang hingga kini belum bisa menikmati akses penyeberangan yang layak.
Video itu diunggah melalui akun TikTok @jailaniariga1 dan Instagram @masjidnurulasri. Dalam unggahannya, akun Instagram tersebut memberi judul yang menyinggung kontras antara besarnya anggaran sejumlah program pemerintah dengan kondisi infrastruktur di desa tersebut.
“Di Tengah Anggaran MBG dan Kopdes yang Fantastis, Warga Melidi Aceh Timur Masih Harus Menyeberangi Sungai Setiap Hari karena Jembatan yang Lama Tak Kunjung Selesai,” demikian judul yang ditulis dalam unggahan itu.
Melalui keterangannya, akun tersebut menyebut pembangunan jembatan sebenarnya telah dimulai. Namun hingga kini proyek tersebut disebut mangkrak dan belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali dilanjutkan.
“Di tengah anggaran MBG dan Kopdes yang fantastis, warga Melidi masih harus menyeberangi sungai setiap hari. Padahal jembatan sudah mulai dibangun, namun hingga kini pembangunannya mangkrak dan tak kunjung dilanjutkan,” tulis akun @masjidnurulasri.
Kondisi tersebut disebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Setiap hari, anak-anak yang berangkat ke sekolah, warga yang bekerja, hingga masyarakat yang menjalankan aktivitas rutin terpaksa melintasi sungai dengan risiko yang harus mereka hadapi.
“Anak-anak berangkat sekolah, warga bekerja, dan aktivitas sehari-hari harus melewati sungai dengan segala risikonya,” tulis akun tersebut.
Melalui unggahan yang kini ramai diperbincangkan itu, pemilik akun berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan perhatian agar pembangunan jembatan dapat diteruskan hingga selesai.
“Semoga ada perhatian dari pihak terkait agar jembatan ini segera diselesaikan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan layak,” tulisnya.
Unggahan tersebut pun dibanjiri komentar warganet. Banyak yang mempertanyakan belum rampungnya pembangunan jembatan yang menjadi akses penting masyarakat, sementara berbagai program pembangunan terus digulirkan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengenai penyebab proyek tersebut belum dilanjutkan maupun kepastian waktu penyelesaiannya.(*)
