Jeumpa Media | Redelong- Warga Desa Rembune, Pantan Pendiangan, dan Bukit Mulie kini dilibatkan secara langsung dalam memetakan potensi risiko serta ancaman bencana di wilayah mereka.
Langkah ini diambil guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat setempat, mengingat lokasi pemukiman mereka berada di kawasan rawan sekitar Gunung Burni Telong yang saat ini berstatus Level II (Waspada).
Panitia kegiatan, Ilham Aulia (Aling), menjelaskan bahwa partisipasi warga difokuskan pada penyusunan peta bencana mandiri. Pemetaan tersebut mencakup identifikasi titik kumpul, penentuan jalur evakuasi, pendataan fasilitas umum dan kelompok rentan, hingga pemetaan sumber daya darurat, Rabu (30/9/2026).
Guna memastikan akurasi data di lapangan, agenda pengkajian ini dilanjutkan dengan proses verifikasi langsung ke tiga desa target mulai akhir September hingga awal Oktober 2026.
Upaya mitigasi berbasis masyarakat ini diinisiasi oleh Posko RATB Bener Meriah dan Yayasan Rumah Bumi melalui program Kawasan Tanggap Tangguh Bencana (KTTB).
Rangkaian Forum Group Discussion (FGD) ini difasilitasi oleh Disaster Management Center Dompet Dhuafa (DMC DD) di Seladang Cafe, Desa Jamur Ujung. Kegiatan yang berlangsung sejak Senin (28/09/2026) ini turut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Hadir dalam pembukaan acara di antaranya Wakil Bupati Bener Meriah Armia, Kalaksa BPBD Bener Meriah Ilham Abdi, perwakilan Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong, serta sejumlah lembaga pendukung seperti RAFI Bener Meriah, LPHK Bukit Mulie, Mercy Corps Indonesia, dan Posko Rakyat.(*)
