Simak Empat Profil Singkat Paslon Walikota Banda Aceh

Jeumpa Media | Banda Aceh– Menjelang pemilihan walikota Banda Aceh, empat pasangan calon (paslon) mencuat dengan visi dan komitmen mereka untuk memajukan Kota Banda Aceh.

Berikut adalah profil singkat mereka yang dirangkum Jeumpa Media, Jumat (4/10/2024).

Paslon pertama mendapatkan no urut 1 yaitu Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah Mukhlis dengan Visi Banda Aceh Kota Kolaborasi.

Illiza lahir di Banda Aceh, 31 Desember 1973, Mantan Wali Kota Banda Aceh ini menyelesaikan Sarjana Hukum di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan memperoleh Magister Hukum dari Universitas Indonesia (UI).

Ia aktif dalam organisasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di mana ia memegang peran sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Aceh.

Selain itu, Illiza juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi perempuan, seperti Koalisi Perempuan Aceh. Ia memiliki visi untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan membangun Banda Aceh yang ramah lingkungan, inklusif, dan berkelanjutan.

Pasangannya yaitu Afdhal Khalilullah lahir di Trienggadeng, Pidie Jaya, 3 Desember 1988. Ia tokoh muda yang menyelesaikan Sarjana Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan meraih Magister Ekonomi Pembangunan di Universitas Indonesia (UI).

Afdhal aktif dalam organisasi ekonomi dan sosial, termasuk Ikatan Ekonom Indonesia (ISEI) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Afdhal fokus pada penguatan sektor UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing ekonomi lokal. Visi ekonominya adalah menjadikan Banda Aceh sebagai kota yang mandiri secara ekonomi dengan pembangunan berbasis komunitas.

Pada no urut 2 ada pasangan Zainal Arifin dan Mulia Rahman dengan visi terwujudnya kota Banda Aceh bermartabat untuk semua.

Zainal lahir di Lambhuk, Ulee Kareng, Banda Aceh, 18 September 1962. Ia menamatkan pendidikan Sarjana Administrasi Publik di Unsyiah dan melanjutkan studi pascasarjana di bidang Kebijakan Publik di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Zainal aktif dalam berbagai organisasi, termasuk sebagai Wakil Ketua Dewan Partai Lokal Aceh. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Aceh Besar. Zainal memiliki visi untuk meningkatkan kualitas hidup warga Banda Aceh melalui kebijakan yang inovatif dan berbasis kesejahteraan masyarakat.

Untuk wakilnya, Mulia Rahman lahir di Banda Aceh, 18 April 1988. Ia tamatan Sarjana Pendidikan di Universitas Negeri Medan dan menyelesaikan studi Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Mulia Rahman juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan pendidikan, seperti Yayasan Pendidikan Aceh, di mana ia menjabat sebagai Ketua. Fokus utama Mulia adalah membangun generasi yang berpendidikan, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Selanjutnya di nomor urut 3 ada Aminullah Usman dan Isnaini Husda dengan visi Banda Aceh kota Islami, Gemilang dan berkelanjutan.

Aminullah lahir di Aceh Barat, 1 Agustus 1958. Ia adalah mantan Wali Kota Banda Aceh dengan latar belakang pendidikan di bidang ekonomi.

Aminullah meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Unsyiah dan pernah menjabat sebagai Ketua Persiraja Banda Aceh. Ia fokus pada pembangunan infrastruktur dan pengelolaan pelayanan publik yang lebih baik.

Wakilnya Isnaini Husda lahir di Aceh Besar, 10 Februari 1974. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dengan gelar Sarjana Ilmu Politik dari Universitas Indonesia. Dengan rekam jejak yang kuat dalam politik dan pemerintahan, Isnaini berkomitmen untuk membawa perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan bagi Banda Aceh.

Kemudian no urut 4 ada Irwan Djohan dan Khairul Amal dengan visi kreatif, Islami, terbuka dan amanah.

Irwan lahir di Kuala Simpang, 1 September 1971. Ia meraih Sarjana Teknik Sipil dari Unsyiah dan melanjutkan studinya di bidang Magister Manajemen Publik di UGM. Sebelumnya menjabat Anggota DPR Aceh dan Ketua Forum Komunikasi Pemuda Aceh.

Irwan Djohan berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan yang merata dan memperkuat layanan publik di Banda Aceh.

Terakhir wakilnya Khairul Amal lahir di Banda Aceh, Tahun 1973. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Pendidikan di Universitas Negeri Medan dan meraih Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Khairul Amal aktif dalam berbagai organisasi sosial dan pendidikan, seperti Forum Peduli Pendidikan Aceh, di mana ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas pendidikan. (Mis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *