Ruang Ketua DPRK Langsa Disegel, Buntut Kekecewaan Anggota

Jeumpa Media | Langsa-Berawal dari rasa kecewa, membuat 14 anggota DPRK Langsa menyegel ruang Ketua yaitu Melvita Sari SAB. Melvita dinilai tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga para anggota DPRK tersebut nekat melakukan penyegelan ruangan Melvita pada Kamis, sekira pukul 16:00 WIB (6/2/2025).

Menurut informasi yang beredar, peristiwa ini bermula dari adanya perkubuan pada badan DPRK Kota Langsa, yang berimbas timbulnya perpecahan diantara mereka.

Terdapat dua kubu yang saling berseberangan satu sama lain, yang awalnya berjumlah 25 orang kini terpecah belah menjadi kubu 11 dan kubu 14.

Kubu yang terdiri dari 11 orang DPRK Fraksi Langsa Juara pernah melaksanakan Pembahasan Tata Tertib (Tatib) DPRK Langsa yang tak tuntas, kubu ini terdiri dari kursi yang diusung oleh PAN 5 orang, Golkar 3 orang, Demokrat 2 orang dan Nasdem 1 orang.

Sedangkan di kubu yang terdiri 14 anggota DPRK Langsa berasal dari Fraksi Partai Aceh 4 orang, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 4 orang, Fraksi Gerhana (Gerindra 3 orang, Partai Hanura 2 orang, PNA 1 orang.

Lantaran kubu tersebut saling tak sepakat, mengakibatkan banyak agenda dan berbagai kegiatan DPRK Langsa menjadi tak terbahas lagi, hingga akhirnya tak kunjung selesai.

Misalnya tak terbahasnya tentang perumusan tata tertib (Tatib) dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) sampai kini.

Selain itu, DPRK Langsa juga dinilai tidak menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengawas, bahkan APBK Langsa tahun 2025 pun ikut tak terbahaskan lagi.

Aksi penyegelan ruang ketua DPRK Langsa itu dipimpin langsung oleh sang Wakil Ketua I DPRK Langsa yaitu Burhansyah, SH, Wakil Ketua II DPRK, Noma Khairil, bersama tiga fraksi lainnya yakni, Fraksi PA, Fraksi PKS, dan Fraksi Gerhana (Gerindra, Hanura PNA). Aksi penyegelan tersebut menggunakan kayu yang disilangkan dan dipaku di pintu ruang Melvita.

Bukan hanya itu, terdapat pula beberapa poster kartun yang dipasang dengan tulisan Ganti Ketua DPRK, Lembaga ini bukan milik pribadi, Banyak kepentingan rakyat yang menjadi terkorban akibat perwal, Keputusan DPRK Hasil rapat bukan kepentingan pribadi, DPRK ini milik rakyat utamakan kepentingan rakyat yang ditempel pada dinding ruangan Melvita.

Pasca penyegelan ruang ketua DPRK Langsa, tampak gedung DPRK yang sepi dan hanya ada sejumlah personel security di pintu masuk dan para ASN di ruang kerjanya masing-masing.

Di sisi lain, Wakil Ketua I DPRK Langsa, Burhansyah, SH yang turut didampingi Wakil Ketua II DPRK, Noma Khairil mengatakan pada media, bahwa aksi penyegelan ruang Ketua DPRK Langsa adalah bentuk dari kekecewaan para anggota DPRK kepada sang Ketua Dewan lantaran tidak bisa melaksanakan fungsinya dengan baik.

“Kasus ini terjadi awalnya saat panitia tim perumus selesai menjalankan tugas untuk membahas tata tertib dewan. Kemudian ketua dewan tidak mau menandatangani hasil rumusan tersebut”, ujar Burhansyah.

Akibat dari perihal ini yang semakin berlarut-larut, berimbas pada semua tugas dan fungsi dewan yang tak bisa dilaksanakan sama sekali, bahkan rapat internal tidak pernah ada.

“Jadi akhirnya kawan-kawan gusar tidak tahu mau buat apa di mana banyak kepentingan masyarakat tidak bisa di laksanakan untuk itu memutuskan untuk menyegel ruang kerja ketua DPRK tersebut,” tambahnya.

Di sisi lain, Melvita Sari menghadiri rapat pleno Penetapan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Langsa terpilih tahun 2024 di Kantor KIP Langsa, dan saat wartawan mendekatinya, ia langsung bergegas pergi dan kata sepatah pun.

Sebagai informasi, Melvita Sari diketahui merupakan adik kandung dari Jefry Sentana yang sebelumnya terpilih sebagai  ketua DPRK Langsa. Dikarenakan Jefry mengikuti pilkada sebagai Walikota Langsa maka jabatan Ketua DPRK Langsa jatuh ketangannya. Sehingga Melvita menjadi satu-satunya Ketua DPRK perempuan di Aceh.(RA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *