Pro Kontra Suami Nakal dan Siswa Gemulai Masuk Barak Militer!

Jeumpa Media | Jawa Barat- Berbagi kebijakan Gubernur Jawa Barat yaitu Dedi Mulyadi terus mencuat ke publik, seperti mengirimkan anak ke barak militer kini tengah menjadi pembicaraan hangat.

Meskipun kebijakan itu menuai pro dan kontra masyarakat akan tetapi banyak juga orang tua yang ikut mendaftarkan anaknya agar masuk barak militer untuk dapat mengembangkan pendidikan karakter.

Program ini dinilai dapat memperbaiki karakter anak yang nakal. Sedangkan dominan masalah dari siswa-siswa ini kebanyakan seperti susah tidur, sering bolos dan kecanduan games online.

Dengan adanya program ini, para orang tua siswa berharap agar anak-anak mereka dapat berubah menjadi lebih baik usai keluar dari barak militer ini.

Suami Masuk Barak Militer

Bahkan bukan hanya itu, baru-baru ini Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga berencana akan menyasar orang dewasa khususnya para suami yang tidak bertanggung jawab untuk masuk pendidikan karakter di barak militer.

Hal itu lantaran tingkah laku suami yang mabuk-mabukan, berantem dengan istri dan bentuk ketidak tanggung jawaban lain tidak dapat dilakukan dipidana.

“Setelah itu saya akan menyasar pada orang dewasa, orang dewasa begini, orang mabuk tiap hari meninggalkan anak istri, orang yang bertengkar di rumah, orang yang tidak pernah balik dan meninggalkan tanggung jawab pada anaknya kan tidak bisa di pidana,” kata Dedi Mulyadi dilansir dari youtube KDM, Rabu (7/5/2025).

Dedi juga membeberkan jika program itu berjalan makan selama berada di barak militer untuk pendidikan, mereka akan di berikan pelatihan seperti pertanian, perikanan dan pertukangan.

Siswa Gemulai Masuk Barak Militer

Sementara itu, kini juga tengah ramai di media sosial perihal kemungkinan siswa gemulai atau yang mengarah pada perilaku LGBT akan turut ikut dibina oleh TNI di barak militer.

Dedi Mulyadi mengatakan kemungkinan siswa gemulai dapat dibina TNI. Hal itu disebut nya ketika diwawancarai oleh media tentang kemungkinan siswa gemulai juga ikut dikirim ke barak militer.

Meski demikian, Dedi Mulyadi belum dapat memberikan kepastian atau surat edaran yang mengatur perilaku tersebut.

“Ya, kita satu-satu dulu, deh. Memang ada tuh komentar di media sosial, “Pak Gubernur, anak-anak yang gemulai suruh pendidikan militer biar tegap.“ Ya, bisa saja gitu, yang penting kan ini fokus dulu ke yang bikin resah, karena tindak kriminalnya sudah pembunuhan,” tutur Dedi, Sabtu (03/05/25).

Selain itu, Muhammad Wahyu Ferdian selaku Bupati Cianjur juga sudah menentukan jika perilaku gemulai masuk sebagai kriteria siswa yang akan masuk ke barak militer.

Dilansir dari Tribun Jabar, Wahyu mengatakan, siswa yang bakal mengikuti program pembinaan di barak TNI, adalah siswa yang terlibat tawuran, melawan orang tua, dan kenakalan remaja lainnya.

“Kategorinya siswa yang memang bermasalah. Apabila ada siswa terindikasi LGBT atau gemulai dan kecanduan game online pun akan dibina. Nanti mereka akan mendapatkan pendidikan bela negara,” pungkas Wahyu.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *