Ini Profil Singkat dan Kisah Nyak Sandang dari Aceh, Mendapatkan Penghargaan Bintang Jasa Utama

Jeumpa Media | Banda Aceh- Presiden Republik Indonesia yaitu Prabowo Subianto memberikan penghargaan Bintang Jasa Utama kepada seorang pria dari Aceh yang bernama Teungku Nyak Sandang di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Penghargaan itu diberikan oleh Presiden sebagai tanda penghormatan untuk Nyak Sandang karena telah berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia dan kemandirian transportasi nasional.

Lalu, siapa sebenarnya Nyak Sandang? dan apa saja jasa yang telah ia berikan kepada negara Indonesia? Mari, simak profil singkat dan kisahnya yang telah dirangkum oleh Jeumpa Media pada Selasa, (27/8/2025).

Mendapatkan Anugerah Bintang Jasa Teungku Nyak Sandang dari RI

Teungku Nyak Sandang adalah salah satu tokoh masyarakat dari Aceh yang telah menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pria Aceh ini menghadiri acara itu dengan menggunakan kursi roda disertai beberapa keluarga yang ikut menemaninya. Terlihat dalam video yang beredar di media sosial saat itu Presiden Prabowo sampai berlutut dan mengalungkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama di Nyak Sandang.

Diketahui Bintang Jasa adalah sebuah tanda kehormatan atau pengakuan negara terhadap pengorbanan luar biasa terhadap tokoh masyarakat seperti Nyak Sandang.

Para hadirin pun terlihat bertepuk tangan meriah ketika pembawa acara menyebutkan jasanya dalam pengadaan pesawat pertama di Indonesia dengan nama pesawat Seulawah RI-001.

Dok: Istimewa

Selain Nyak Sandang, pada acara penganugerahan itu, Prabowo juga turut memberikan penghargaan kepada lebih dari 100 tokoh yang berjasa di bidangnya masing-masing, mulai dari para menteri Kabinet Merah Putih, seniman, hingga para budayawan.

Siapakah Teungku Nyak Sandang?

Teungku Nyak Sandang juga merupakan salah satu pejuang dari Nanggroe Aceh Darussalam yang namanya  masih sedikit asing bagi para generasi saat ini. Meski demikian, nyatanya  Nyak Sandang telah melakukan pengorbanan yang luar biasa bagi Republik Indonesia, terkhususnya dalam sejarah kemandirian bangsa ini.

Dilansir dari berbagai sumber, diketahui Teungku Nyak Sandang bin Lamudin lahir pada 4 Februari 1927 di Mukhan, Indra Jaya, Aceh Jaya.

Menurut sejarah, pada tahun 1984, ketika Indonesia tengah di bawah tekanan agresi dari militer Belanda, Presiden Soekarno saat itu berkunjung ke Aceh untuk meminta kepada rakyat agar sudi membantu negara Indonesia untuk bisa memiliki transportasi udara sendiri.

Mendengar hal itu, tanpa pikir panjang, sontak Nyak Sandang yang kala itu masih berusia 23 tahun langsung menyumbangkan 1 petak sawah miliknya seharga Rp 100 pada tahun tersebut untuk membelikan pesawat yang akan menjadi cikal bakal lahirnya Garuda Indonesia. 

Sebagai bukti telah memberikan sumbangan, Nyak Sandang diberikan obligasi. Gubernur Aceh dan Gubernur Militer yaitu Abu Daud Beureueh sempat menjanjikan hadiah atau imbalan kepada masyarakat yang turut memberikan sumbangan.

Dok: Istimewa

Bukan hanya sumbangan, Nyak Sandang juga telah berjasa dalam melawan penjajah dan bertugas sebagai pasukan pengintai. Apabila Belanda muncul, Nyak Sandang sebagai ketua kelompok akan mengabari pasukan lain yang bertahan di atas Puncak Geurutee, Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Hingga pada tahun 2018, Presiden Joko Widodo juga turut mengundangnya ke Istana Negara. Saat itu Nyak Sandang diberikan tiga permintaan, yaitu operasi katarak mata, pembangunan masjid di kampungnya, serta naik haji atau umrah. Presiden Jokowi pun kemudian mengabulkan tiga permintaan tersebut.

Berkat jasanya tersebut, Teungku Nyak Sandang akhirnya dianugerahi tanda kehormatan Bintang Jasa Utama oleh Presiden Prabowo.*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *