Kasus ISPA di Banda Aceh Meningkat, Dinkes Temukan 14 Kasus Positif Influenza A

Jeumpa Media | Banda Aceh-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta temuan sejumlah kasus positif Influenza A dalam dua bulan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Supriyadi, mengatakan jumlah kasus ISPA meningkat dari 1.612 kasus pada Agustus menjadi 1.860 kasus pada September 2025.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 41 spesimen pasien dengan gejala Influenza Like Illness (ILI) di site sentinel ILI UPTD Puskesmas Banda Raya, ditemukan 14 kasus positif Influenza A, 2 kasus positif Influenza B, dan 25 kasus negatif lainnya,” ujar Supriyadi, Sabtu (1/11/2025).

Ia menjelaskan, Influenza A merupakan jenis virus flu yang dapat menginfeksi manusia maupun hewan dan berpotensi menyebabkan wabah atau pandemi jika mengalami mutasi. Sementara Influenza B lebih stabil dan penyebarannya terbatas.

“Contoh virus Influenza A yang pernah menimbulkan pandemi global adalah H1N1 (flu babi) pada 2009 dan H5N1 (flu burung) yang memiliki tingkat kematian tinggi meski jarang menular antarmanusia,” katanya.

Menurut Supriyadi, tingkat bahaya virus bergantung pada jenis atau strain virus serta kondisi individu yang terinfeksi. Varian musiman umumnya menyebabkan gejala flu berat, namun jarang berakibat fatal kecuali pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, atau penderita penyakit kronis.

“Untuk varian zoonosis seperti H5N1 atau H7N9, angka kematiannya bisa mencapai 30 hingga 60 persen,” ujarnya.

Menyikapi kondisi ini, Dinkes Banda Aceh mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk mencuci tangan dan memakai masker untuk mencegah penularan.

Masyarakat yang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, atau memiliki riwayat kontak dengan faktor risiko, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Banda Aceh telah menyiagakan tenaga medis Tim Gerak Cepat (TGC) di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Banda Aceh untuk memberikan pelayanan selama 24 jam.

“Kami sudah menginstruksikan seluruh puskesmas agar siaga penuh dan siap memberikan layanan cepat bagi warga yang mengalami gejala influenza,” tutup Supriyadi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *