Polres Langsa dan KPA/PA Sepakat Jaga Kondusivitas Menjelang 4 Desember

Jeumpa Media | Langsa – Menjelang peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-49 pada 4 Desember mendatang, Kepolisian Resor Langsa menggelar pertemuan dengan unsur Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh (PA) di Poska Langsa, Jumat (21/11/2025).

Pertemuan tersebut ditujukan memperkuat komunikasi dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kota Langsa.

Kapolres Langsa AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, S.I.K., memimpin silaturahmi yang turut dihadiri perwakilan TNI, jajaran Intelkam Polres Langsa, serta sejumlah Panglima Sagoe dari KPA/PA. Kapolres menekankan pentingnya koordinasi terbuka jika muncul potensi gangguan keamanan di lapangan.

“Kita ingin memastikan situasi tetap aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Jika ada persoalan, kami harap dapat langsung dikoordinasikan,” ujar Kapolres.

Ia juga meminta para Panglima Sagoe ikut mengingatkan anggotanya agar tidak melakukan aktivitas simbolik yang berpotensi memicu ketegangan, terutama menghadapi momentum 4 Desember yang selama ini menjadi perhatian aparat keamanan.

Kasdim 0104/Aceh Timur Mayor Inf Hanafi menambahkan imbauan agar mantan kombatan tidak mengibarkan Bendera Bulan Bintang karena bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku serta berpotensi mengganggu ketertiban.

“Pengamanan dilakukan bukan untuk membatasi ruang masyarakat, tetapi mencegah tindakan yang dapat mengusik perdamaian,” kata Hanafi.

Kasat Intelkam Polres Langsa IPTU Zulmahrita menegaskan pengamanan berlapis akan diterapkan pada puncak peringatan Milad GAM. Ia meminta semua pihak menjaga ketertiban serta menghindari simbol-simbol yang dikhawatirkan memicu kekhawatiran publik.

Dari pihak KPA/PA, Panglima Sagoe Sungai Raya menyampaikan dukungan terhadap langkah pengamanan dan mengingatkan para anggota agar tidak terprovokasi. Sementara itu, Rusbah alias Raja King selaku perwakilan KPA Langsa menyebut belum ada instruksi resmi dari pimpinan pusat terkait pelaksanaan Milad di Kota Langsa.

“Kalaupun ada kegiatan, biasanya berupa doa bersama atau santunan, bukan hal yang mengganggu keamanan,” ujarnya.

Ia memastikan KPA/PA telah mengarahkan jajarannya untuk taat hukum dan mengutamakan ketenangan masyarakat.

Peringatan 4 Desember memiliki dimensi historis bagi mantan kombatan GAM, namun juga kerap menjadi fokus pengawasan aparat karena adanya potensi aksi simbolik. Pertemuan ini dipandang sebagai langkah antisipatif agar perdamaian Aceh tetap terjaga.

“Perdamaian ini amanah bersama,” tutur Kapolres Mughi menutup pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *