Jeumpa Media | Bireuen – Tim Unit Siaga SAR Bireuen menemukan tiga korban meninggal dunia dalam operasi tanggap darurat banjir yang berlangsung sejak 25 hingga 27 November 2025.
Selama periode tiga hari tersebut, tim SAR berhasil mengevakuasi total 99 jiwa dan mengamankan sekitar 300 kepala keluarga (KK) dari sejumlah desa terdampak banjir.
Koordinator Unit Siaga SAR Bireuen, M. Rizal, mengungkap bahwa salah satu korban diketahui adalah seorang lansia, yakni Nurbaidah (80), warga Desa Blang Seunom, Kecamatan Jeumpa, yang dilaporkan hilang pada malam 25 November. Setelah pencarian intensif sejak 26 November, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB tidak jauh dari rumahnya.
Menurut Rizal, meskipun debit air di sebagian wilayah sudah mulai menurun sejak Kamis pagi, masih ada banyak titik yang sulit diakses termasuk akses dari Bireuen ke Aceh Utara/Lhokseumawe yang terputus akibat terputusnya Jembatan Krueng Peusangan.
Selama operasi, evakuasi dilakukan di beberapa desa terdampak. Antara lain, pada 25 November tim mengevakuasi 20 warga dari Desa Cureh (termasuk tiga balita dan satu lansia) dan 12 jiwa dari Desa Uten Retoh. Upaya dilanjutkan ke hari berikutnya di Kecamatan Peusangan di mana 35 jiwa berhasil diselamatkan, termasuk warga dalam kondisi sakit, ibu hamil, dan lansia. Pada 27 November, evakuasi berlangsung di Desa Pante Lhong, dengan 23 jiwa dipindahkan ke tempat aman.
Penemuan tiga korban meninggal ini menambah duka bagi masyarakat terdampak di tengah upaya SAR yang masih intensif memantau kondisi wilayah dan menyiagakan tim menyusul potensi cuaca ekstrem lanjutan.(*)
