Jeumpa Media | Kota Langsa – Akibat curah hujan yang tinggi selama 5 hari berturut-turut, Pemerintah Kota Langsa , Aceh, resmi menyatakan status keadaan darurat di Kota Langsa selama 14 hari sejak 26 november 2025. Selain itu, Pemko juga meminta bantuan ke Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dalam surat pernyataan tanggap darurat bencana nomor 800.1.11.1/4545/2025, Walikota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE menjelaskan bahwa banjir yang melanda berdampak pada 170.000 jiwa yang membutuhkan bantuan sandang dan pangan.
baca juga : Banjir Langsa Mulai Surut, Namun Listrik dan Telekomunikasi Masih Blackout – Jeumpa Media
“pemerintah Kota Langsa saat ini juga memiliki keterbatasan armada perahu untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir” paparnya.
Adapun status darurat ini berlaku selama 14 hari. Banjir yang terjadi sejak Rabu (26/11/2025) juga telah menyebabkan pemadaman listrik dan gangguan pada jaringan internet di wilayah tersebut.
Selain itu Jeffry Sentana juga telah mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk meminta dukungan dari pemerintah pusat dalam penanganan banjir.
“Kami memohon bantuan karena akses jalan untuk distribusi logistic telah terisolir sementara persediaan pangan terbatas,
Kondisi saat ini, Listrik dan jaringan internet juga telah blackout/padam ” tutup Jeffry.
Banjir ini juga melanda sebagian besar wilayah Aceh dan Sumatera. * (and)
