Agresi AS–Israel ke Iran: Khamenei Tewas, Rusia, China, Korea Utara Murka!

Jeumpa Mediaa | Banda Aceh- Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke jantung Kota Teheran, Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Aksi ini langsung memicu kecaman keras dari sejumlah kekuatan dunia, termasuk Rusia, China, dan Korea Utara, yang menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak dapat diterima.

Rusia, melalui Kementerian Luar Negeri, mengecam serangan itu sebagai “tindakan agresi bersenjata yang direncanakan dan tidak beralasan.” Berdasarkan laporan AP News, Moskow menuduh Washington dan Tel Aviv memanfaatkan isu program nuklir sebagai kedok untuk upaya penggulingan rezim.

Rusia juga memperingatkan bahwa serangan ini berpotensi memicu bencana kemanusiaan, krisis ekonomi, hingga risiko radiologis di kawasan tersebut.

“Tanggung jawab atas semua konsekuensi negatif, termasuk reaksi berantai tak terduga dan spiral kekerasan, sepenuhnya berada di tangan AS dan Israel,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, Senin (2/3/2026).

Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dilaporkan telah berbicara via telepon dengan Menlu Iran Abbas Araghchi, menegaskan kesiapan Moskow menjadi mediator perdamaian.

China juga menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak penghentian segera aksi militer. Menlu China Wang Yi, dalam percakapan dengan Lavrov, menegaskan bahwa pembunuhan pemimpin berdaulat adalah tindakan yang tidak bisa diterima.

Mengutip Reuters dan pernyataan resmi di X, Wang Yi menyebut serangan ini sebagai bentuk politik kekuasaan dan hegemoni yang melanggar Piagam PBB.

“China menyerukan penghentian segera aksi militer, mencegah eskalasi lebih lanjut, dan memulihkan dialog demi perdamaian di Timur Tengah,” tulis Kementerian Luar Negeri China.

Seiring meningkatnya ketegangan, Kedutaan Besar China di Israel dan Iran bahkan mengeluarkan instruksi darurat agar warga negaranya segera mengevakuasi diri melalui jalur darat maupun udara.

Korea Utara turut mengecam keras serangan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pyongyang menyebut operasi militer AS dan Israel sebagai “agresi ilegal” dan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional.

Mengutip media pemerintah KCNA, Korea Utara menilai serangan ini sudah bisa diprediksi karena sifat Amerika Serikat yang mereka sebut “gangster dan hegemonik.”

“Perang agresi oleh AS dan Israel tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun,” tegas juru bicara tersebut, sembari menyerukan negara-negara di kawasan untuk bertanggung jawab memulihkan stabilitas di Timur Tengah.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *