Korban Taufik Hidayat Diduga Lebih dari Satu, Polda Jabar Buka Posko Pengaduan dan Bongkar Fakta Baru

Jeumpa Medua | Jawa Barat- Kasus penganiayaan dan penyekapan yang menyeret nama Taufik Hidayat terhadap Yuvita Tri Rezeki (29) kini memasuki babak yang lebih serius.

Polda Jawa Barat menduga masih ada korban lain yang belum berani muncul ke publik. Untuk itu, polisi membuka posko pengaduan khusus dan mengajak siapa pun yang pernah mengalami tindakan serupa dari tersangka untuk segera melapor.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menegaskan pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban Taufik Hidayat.

Tak hanya laporan resmi, polisi juga mulai menelusuri berbagai pengakuan dan percakapan yang bermunculan di media sosial usai kasus tersebut viral.

“Silakan laporkan kepada kami melalui call center maupun langsung ke Dit PPA PPO Polda Jabar,” ujar Hendra, Kamis (25/6/2026).

Selain membuka akses pengaduan melalui layanan 110, kepolisian juga mengaku aktif memantau media sosial guna menelusuri kemungkinan adanya korban-korban lain yang selama ini memilih diam.

Meski hingga kini belum ada laporan baru yang masuk, penyidik terus menggali keterangan dari tersangka, korban, dan para saksi. Polisi meyakini masih banyak fakta yang perlu dicocokkan dan diungkap dalam kasus yang telah menyita perhatian publik tersebut.

“Masih banyak yang harus kami gali dan sinkronisasi,” kata Hendra.

Sementara itu, terungkap pula kisah pelarian Taufik Hidayat setelah aksinya menjadi sorotan publik. Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan mengungkapkan bahwa tersangka sempat kabur ke Tangerang dengan keyakinan dapat bersembunyi dengan aman dari kejaran aparat.

Namun harapan itu tak berlangsung lama. Di kota pelariannya, tersangka justru dihantui rasa takut dan kecemasan. Merasa terus dibayangi kemungkinan tertangkap, ia akhirnya memutuskan kembali ke Jawa Barat.

“Tersangka sempat berpindah ke Tangerang karena menganggap itu tempat yang aman. Namun di sana dia bingung, merasa tidak aman, lalu kembali ke Jawa Barat,” ujar Rudi.

Menurut pengakuan tersangka, selama dalam pelarian ia mulai curiga terhadap setiap orang yang ditemuinya. Rasa takut yang terus menghantui membuatnya kehilangan arah hingga akhirnya kembali ke Majalaya, Kabupaten Bandung.

Polisi memastikan hingga kini belum menemukan adanya pihak yang membantu atau menyembunyikan tersangka selama pelarian. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Taufik bergerak sendiri untuk menghindari penangkapan.

Saat kembali ke Majalaya, tersangka diketahui tinggal di rumah kerabatnya di kawasan Perumahan Griya Pesona. Tempat tersebut diyakininya cukup aman untuk bersembunyi dari kejaran aparat.

Namun persembunyian itu akhirnya terbongkar. Setelah melakukan pelacakan intensif dan memantau sejumlah aktivitas transaksi yang dilakukan tersangka, polisi berhasil memastikan keberadaannya dan melakukan penangkapan tanpa perlawanan.

Kasus ini kini terus dikembangkan. Dengan dibukanya posko pengaduan dan pemantauan aktif di media sosial, penyidik berupaya mengungkap apakah Yuvita benar-benar satu-satunya korban, atau justru hanya bagian dari fakta yang selama ini belum sepenuhnya terungkap.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *