Tergiur Untung Besar, Ratusan Warga Aceh Tamiang Tertipu Investasi Online

Jeumpa.com | Aceh Tamiang – Niat hati ingin untung malah buntung, begitulah kira-kira ungkapan yang dialamatkan kepada ratusan orang di Kabupaten Aceh Tamiang diduga tertipu Investasi Online dengan kerugian mencapai angka fantastis, Selasa (27/02/2024).

Hal tersebut diketahui setelah ratusan masyarakat Aceh Tamiang yang diduga korban investasi bodong bernama BBH berkumpul dan berbondong-bondong melakukan aksi terhadap saah satu orang yang dalam bisnis investasi disebut leader.

Warga tersebut menggeruduk tempat usaha seorang pria berinisial H pada Senin malam (26/02/2024) yang terletak di Desa Bukit Tempurung, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Informasi yang Jeumpa.com berhasil himpun di lokasi, para ratusan member investasi BBH itu menuntut uang mereka yang telah disetor sebagai investasi untuk dikembalikan.

“Kami meminta uang kami yang sudah kami setor agar dikembalikan lagi,” Ungkap salah satu member yang enggan disebutkan namanya.

Ia dan beberapa temannya pertama kali mengenal investasi BBH itu dari seseorang berinisial H. Tetapi, tidak semua yang bergabung adalah rekrutan langsung dari H melainkan juga dari member lain. Sistem investasi ini bersifat berjenjang atau bercabang ke bawah hampir sama ibarat Multi Level Marketing (MLM). Dengan modus menjanjikan keuntungan berkali lipat.

“Cara mainnya dengan isi saldo sesuai level yang kita mau trus kita dapat keuntungan berlipat,” Ucap warga lainnya.

Awal bergabung mereka mengaku dapat melakukan penarikan “bonus” Dengan mudah bahkan dilakukan setiap minggunya. Apalagi dengan keuntungan fantastis bermodalkan kecil tentu membuat siapapun jadi tergiur.

Masalah muncul saat menjelang Pemilu 2024, mereka berujar limit penarikan hanya bisa dilakukan sebesar Rp 90 ribu dan perlahan turun menjadi Rp 30 ribu sampai terakhir tidak dapat melakukan transaksi apapun.

Alhasil, dana investasi diduga abal-abal tersebut lenyap tanpa dapat dilakukan aktivitas apapun pada aplikasi tersebut hingga akhirnya mengetahui ada yang tidak beres, warga menyerbu tempat tinggal H untuk meminta pertanggung jawaban sebagai sosok yang memperkenalkan investasi itu.

“Rata-rata warga yang mengalami kerugian macam-macam, ada yang Rp 3 juta sampai Rp 12 juta per orang” Tambah warga lainnya.

Menurut amatan media ini, diduga H terpaksa mengamankan diri ke kantor kepolisian setempat demi menghindari hal yang tidak diinginkan. Hingga berita ini tayang, media belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak kepolisian. (Nj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *