Jeumpa Media | Banda Aceh – Hari kedua lanjutan kegiatan Dialog Kebijakan dengan tema pembahasan terkait kelompok marginal di Aceh diisi oleh calon gubernur berikutnya yaitu Muhammad Nazar, S.Ag, Kamis (30/5/2024).
Mantan wakil gubernur Aceh era gubernur Irwandi Yusuf ini juga menyatakan bahwa jika para politisi dan pemimpin daerah kompak maka tentunya akan mewujudkan Aceh yang lebih baik.
“Jika politisi kompak dengan pimpinan daerah ditambah kelompok khusus maka akan mudah menyelesaikan berbagai masalah yang ada di Aceh” ujar Nazar.
Selain itu Nazar juga menyatakan bahwa kaum marginal adalah kaum yang harus diperhatikan dimana dominasi kaum marginal di Aceh adalah berada di daerah.
“Kaum marginal Aceh banyak dipedesaan dampak dari konflik, untuk Aceh kedepan saya pikir kita harus berjuang bersama supaya kelompok marginal ini harus di identifikasi kembali datanya dan harus melibatkan mereka dalam pengambilan kebijakan” jelas Nazar.
Melalui pemaparan materi tersebut, Fitri selaku audien dari Flower Aceh menanyakan bagaimana komitmen dan kebijakan apabila terpilih sebagai gubernur terkait masalah HAM dan korban konflik Aceh yang mengalami trauma dan juga masuk dalam kategori marginal.
Menanggapi hal tersebut Nazar menyatakan bahwa rakyat Aceh tidak boleh lupa dengan peristiwa tersebut dan pemerintah pusat juga tidak cukup hanya meminta maaf.
“Pemerintah pusat tidak cukup meminta maaf dan memberikan kompensasi kecil saja bagi rakyat Aceh, saya harapkan juga masyarakat Aceh jangan menjadi masyarakat pelupa” tegas Nazar.
“Sebenarnya masalah HAM bisa selesai jika berhasil di rekonsiliasi, namun itu yang tidak terlaksana” lanjut Nazar.
Selain masalah marginal dan isu terkait HAM, salah satu audien bernama Indra dari Alumni Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala juga menanyakan terkait temuan minyak di Andaman.
Menanggapi hal tersebut Muhammad Nazar menyatakan bahwa temuan tersebut bukan merupakan temuan baru.
” Temuan itu bukan temuan baru, Offshore sejauh 12 mil di Laut andaman menjadi milik nasional, dan ini harus kita perjuangkan kembali” ujar Nazar.
Dra. Hj. Naimah Hasan, M.A selaku penanggap menyampaikan tanggapan terkait pemaparan dari Muhammad Nazar, S.Ag.
“Dalam memilih pemimpin, pilihlah sesuai ahlinya dan terpenting adalah punya kapasitas” kata Naimah.
Sementara itu sebelum istirahat makan siang moderator juga menyampaikan bahwa Muzakir Manaf atau akrab disapa Muallem yang tidak hadir dan diwakili oleh Nurzahri dikarenakan sedang di Jakarta dalam rangka menjumpai Mentri ATR membicarai masalah tanah untuk kombatan. (AP)
