Jeumpa Media | Jakarta – Di berbagai negara, Pemilihan presiden (Pilpres) umum memiliki kandidat laki laki Namun, beberapa negara di dunia memberi kesempatan adil bagi perempuan untuk memimpin. Lantas negara mana saja yang pernah dipimpin perempuan?
Menurut situs penyedia data, Statista, jabatan eksekutif tertinggi yang dipegang oleh perempuan hanya 59 negara sejak tahun 1960. Namun saat ini banyak perempuan memiliki kesempatan untuk memimpin sebuah pemerintahan negara.
Sosok pemimpin perempuan tersebut dimulai oleh Sirimavo Bandaranaike, dirinya pertama kali terpilih sebagai Perdana Menteri Sri Lanka pada 1960. Namun, sayangnya jumlah perempuan yang berkuasa mengalami pertumbuhan yang lambat, dan pertumbuhan tercepat terjadi dalam 15 tahun terakhir.
Pada 2023, tercatat hanya 15 negara yang dipimpin perempuan, seperti Italia dan Honduras yang memilih presiden perempuan pertama mereka pada 2022.
Rekor Pemimpin perempuan yang paling lama dan berturut turut menjabat adalah Angela Merkel dari Jerman yakni selama 16 tahun 16 hari. Kemudian Dame Eugenia Charles dari Dominika 14 tahun 328 hari dan Ellen Johnson Sirleaf dari Liberia yakni 12 tahun 6 hari.
Namun jika dihitung dari tidak beruturutnya perempuan menjabat, maka ada Indira Gandhi dari India yang menjabat selama 16 tahun 15 hari dan Perdana Menteri Bangladesh saat ini, Sheikh Hasina dengan total lebih dari 19 tahun.
Dikutip dari CNN, berikut ini beberapa negara dunia yang pernah dipimpin oleh perempuan.
- India (Indira Gandhi – 1966)
- Portugal (Maria de Lourdes Pintasilgo – 1979)
- UK (Margaret Thatcher – 1979)
- Filipina (Corazon Aquino – 1986)
- Turki (Tansu Ciller – 1993)
- Finlandia (Tarja Halonen – 2001)
- Indonesia (Megawati Soekarnoputri – 2001)
- Korea Selatan (Han Myung-sook – 2006)
- Australia (Julia Gillard – 2010)
- Thailand (Yingluck Shinawatra – 2011).
