Debat Perdana, Cawalkot Banda Aceh Adu Program Pro Rakyat

Jeumpa Media | Banda Aceh – Debat pertama pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh pada Pilkada Serentak 2024 berlangsung meriah. Debat ini diselenggarakan di Hotel Amel Convention Centre, Blang Oi, Banda Aceh, pada Rabu, (30/10/2024).

Acara ini diikuti seluruh pasangan calon, yaitu nomor urut 01 Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah Mukhlis, nomor urut 02 Zainal Arifin dan Mulia Rahman, nomor urut 03 Aminullah Usman dan Isnaini Husda, serta nomor urut 04 Teuku Irwan Djohan dan Khairul Amal. Debat publik ini dipandu moderator Dosi Alfian dan Syaima Atika.

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh, Yusri Razali, mengajak para calon untuk memanfaatkan debat ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan visi, misi, dan rencana kerja mereka jika terpilih. “Kami juga mengingatkan masyarakat Kota Banda Aceh yang sudah terdaftar sebagai pemilih untuk menggunakan hak pilihnya pada 27 November 2024 di tempat pemungutan suara (TPS),” ungkap Yusri.

Berikut pemaparan visi dan misi calon kandidat.

*Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah Mukhlis*

Pasangan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berpengalaman untuk membangun Banda Aceh. “Tidak ada ruang untuk coba-coba dalam mengambil langkah besar. Pengalaman kami sebagai anggota DPRK, Wakil Wali Kota, Wali Kota, dan anggota DPR RI adalah modal besar untuk pemerintahan yang efektif dan efisien,” ujar Illiza. Mereka juga berkomitmen untuk pencegahan narkoba dengan menyediakan ruang berekspresi bagi generasi muda, meningkatkan ruang publik, memperbanyak penghijauan kota, serta membangun layanan publik berbasis digital seperti sistem transportasi dan pelaporan warga. Afdhal menambahkan bahwa, jika terpilih, mereka akan memberikan 25.000 beasiswa per tahun, menurunkan tarif air PDAM, dan membangun 100 unit rumah layak huni setiap tahun.

*Zainal Arifin dan Mulia Rahman*

Pasangan ini memandang pemberantasan narkoba sebagai tanggung jawab keluarga, dengan memperkuat peran rumah tangga dalam pencegahan penyebaran narkoba. Zainal juga berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas publik yang ramah disabilitas dan tidak akan membangun infrastruktur yang tidak diperlukan. Dalam setiap kebijakan publik, mereka ingin menerapkan nilai-nilai syariat Islam, seperti program Magrib Mengaji dan penguatan syariat berbasis gampong, demi mewujudkan Banda Aceh yang bermartabat.

*Aminullah Usman dan Isnaini Husda*

Visi pasangan ini adalah menjadikan Banda Aceh sebagai kota Islami, gemilang, dan berkelanjutan. Mereka berencana menciptakan pengawasan terpadu yang melibatkan berbagai pihak dalam pemberantasan narkoba serta membangun fasilitas rehabilitasi bagi pecandu di Banda Aceh dan Aceh Besar. Selain itu, mereka akan mendukung UMKM, menertibkan PKL, dan memastikan fasilitas umum, termasuk aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, menjadi prioritas utama dalam program kerja mereka.

*Teuku Irwan Djohan dan Khairul Amal*

Teuku Irwan Djohan menyampaikan visi mereka untuk menjadikan Banda Aceh sebagai kota kreatif, Islami, terbuka, dan amanah. Beberapa program unggulan mereka termasuk menyediakan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP. Mereka berharap langkah ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan guru, serta memberikan ketenangan bagi para orang tua tentang biaya sekolah anaknya. Selain itu, pasangan ini merencanakan pembangunan bioskop syariah bagi generasi muda.

Debat publik tersebut penting bagi para calon pemimpin Banda Aceh untuk memperkenalkan gagasan dan komitmen mereka dalam memajukan masyarakat kota. (Mis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *