Jeumpa Media | Langsa – Ketua Bawaslu Rahmat Bagja melantik anggota Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Pilkada tahun 2024 untuk Kota Langsa dan Kabupaten Pidie, di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Senin (29/07/2024).
Para komisioner Panwaslih Kota Langsa yang dilantik yaitu Fauzi Fazhari, Rizki Mulia Ramazhan, Muhammad Reza, Zulfikar dan Azhari.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja,
meminta panitia pengawas pemilihan (Panwaslih) Kabupaten/Kota di Aceh untuk mematuhi kode etik penyelenggara pemilu. Bagja menyebutkan anggota Panwaslih Kabupaten/Kota Aceh harus menegakkan nilai-nilai independensi, netralitas, dan kemandirian.
“Walaupun teman-teman dipilih oleh DPRK hubungan tersebut tidak mencederai atau melanggar kode etik penyelenggara pemilu. Bersahabat silakan, tidak ada batasan untuk itu. Namun ada batasan ketika anda menjadi pejabat public maka Batasan terhadap etika organisasi Panwaslih itu berlaku juga untuk teman-teman semua,” ujar Bagja.
Bagja juga memerintahkan anggota Panwaslih yang sudah dilantik untuk segera melakukan fungs-fungsi pengawasan. Hal ini disebabkan, tahapan pemilihan kepala daerah yang saat ini sudah berjalan dalam pemutahkhiran data pemilih (mutarlih).
“Setelah itu teman-teman melakukan fungsi pengawasan mulai saat ini. Silakan melakukan fungsi pengawasan mutarlih dan jangan lupa nanti tanggal 22 Agustus ada pendaftaran calon bupati/wali kota yang wajib diawasi,” ujarnya.
Sebagai informasi, Bagja melantik lima anggota Panwaslih Kabupaten Pidie untuk Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota tahun 2024 yakni Ismalianto, Zulfahmi, Darmawan, Safrizal dan Muhammad Ichsan.
Sementara itu Ketua Panwaslih Kota Langsa, Zulfikar, menegaskan bahwa setelah pelantikan ini maka pihak akan berkoordinasi ke pihak Pemko Langsa serta unsur Forkompinda sembari terus melakukan berbagai tahapan.
Dimana saat ini sedang dilakukan rekrutmen Panwaslihcam untuk mengisi lima kecamatan untuk terlaksananya Pilkada serentak tahun 2024.
“Alhdulillah kami akan terus selaras dengan berbagai pihak dan akan melakukan pengawasan sebagaimana mustinya demi tegaknya demokratis pada Pilkada tahun 2024,” tukas Zulfikar.(nj)
