Aniaya Istri Hingga Tewas di Peukan Bada, Pelaku Reka 26 Adegan

Jeumpa Media| Aceh Besar – Polisi dan TNI melakukan pengawalan ketat pada saat reka ulang 26 adegan penganiayaan berat yang dilakukan oleh F alias Bang Pai (54) hingga menyebabkan istrinya SW (45) meninggal dunia di Peukan Bada, Aceh Besar.

Rekonstruksi tersebut berlangsung di toko korban, tepatnya kawasan Gampong Lam Hasan, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar pada Jumat (09/08/2024) kemarin.

Proses rekontruksi disaksikan langsung oleh Kasi Pidum Kejari Aceh Besar, Rifai Affandi beserta tim, termasuk Kapolsek Peukan Bada, Ipda Munawir Razali dan personel Satreskrim Polresta Banda Aceh.

“Benar. Alhamdulillah prosesnya berjalan dengan lancar, disaksikan langsung oleh JPU Kejari Aceh Besar,” ujar Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadilah Aditya Pratama, Sabtu (10/08/2024).

Menurutnya, proses rekonstruksi ini penting dilakukan untuk penanganan kasus pidana. Adanya reka ulang membantu aparat untuk memahami lebih detail kejahatan yang terjadi.

“Selanjutnya akan dianalisa oleh pihak JPU hingga nantinya berkas perkara ini dinyatakan lengkap (P21),” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Peukan Bada Ipda Munawir Razali mengatakan, pihak keluarga tidak menerima perlakuan tersangka terhadap korban.

“Salah satu dari pihak keluarga hendak menyerang tersangka, tiba – tiba menerobos lokasi rekonstruksi yang sudah di Police line, namun dengan sigap ditenangkan oleh pihak kepolisian bersama personel Koramil Peukan Bada,” ucap Munawir.

“Alhamdulillah, menjelang pelaksanaan shalat Jumat, kegiatan rekonstruksi berjalan lancar,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, SW tewas usai dianiaya suaminya F alias Bang Pai. SW tak kuasa menahan luka-luka yang dideritanya akibat penganiayaan suami usai cekcok dan keributan dalam rumah tangga.

Pada Selasa (11/06/2024), adegan dimulai dengan tersangka yang pulang ke rumah, kemudian berlanjut ke pertengkaran hingga penganiayaan terhadap korban.

Akibatnya, korban mengalami luka berat di sekujur tubuhnya, bibir pecah, rahang gigi retak dan bagian belakang lehernya seperti ada sayatan pisau.

Menurut kerangan keluarga, F sudah lama tak akur dengan korban. Bahkan, sebelum kejadian tersebut, F sudah beberapa pekan tidak pulang ke rumah.

Kepulangannya malam itu bermaksud ingin mengajak korban rujuk. Namun, entah apa alasannya, keributan melanda dan akhirnya membuat SW meninggal dunia.

Keributan besar yang terjadi di rumah SW malam itu memancing kehadiran warga dan tetangga sekitar. Beberapa masyarakat pun melaporkan ‘perang’ yang terjadi di rumah SW ke Polsek terdekat.

Saat polisi datang, SW telah sekarat. Petugas pun membawanya ke RS Bhayangkara Banda Aceh. Karena parahnya luka yang diderita korban, ia terpaksa dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh.

Dirawat dua hari di rumah sakit milik Pemerintah Aceh itu, SW pun hembuskan nafas terakhir. Bang Pai sendiri menyerahkan diri ke Polsek Syiah Kuala dan kasusnya ditangani oleh Polresta Banda Aceh. (Tsy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *