Bentala Aceh Gagas Kemah Aksi Konservasi

Jeumpa Media | Banda Aceh – Perkumpulan Bentang Pengetahuan Lingkungan Aceh (BENTALA Aceh) gagas kegiatan kemah lingkungan dengan tema kegiatan “Kemah Pendidikan Lingkungan dan Aksi Konservasi untuk meningkatkan kepedulian Kaum Muda atas Kelestarian Sumber Daya Alam di Aceh”. Berlangsung selama tiga hari, di Pulo Brueh, Kecamatan Pulo Aceh, Selasa, (27/05/2025).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan BENTALA Aceh dalam rangka penguatan kapasitas generasi muda terkait upaya konservasi kawasan dan mitigasi perubahan iklim.

“Kegiatan ini penting dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, wawasan dan aksi kritis generasi muda, baik dari perwakilan pemuda lintas komunitas, lembaga masyarakat sipil, dan mahasiswa tentang pentingnya pengelolaan lingkungan hidup yang berkeadilan dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat melahirkan kader-kader muda yang memiliki kepekaan dan kepedulian yang kuat untuk menjaga lingkungan dan kelestarian sumber daya alam, tentunya didukung dengan potensi para generasi Z di sektor kreatif dan digital” ujar Mirna Asnur, Direktur BENTALA Aceh.

Di waktu yang sama, Rita Juniasari selaku Program Koordinator BENTALA Aceh yang berkesempatan membersamai langsung seluruh peserta selama 3 hari menambahkan.

“Animo peserta sangat luar biasa. Walau ada hambatan kondisi lapangan saat kegiatan berlangsung, tapi semua peserta sangat bersemangat untuk berpartisipasi aktif baik dalam sesi FGD Lingkungan, penyampaian materi hingga aksi konservasi kawasan melalui kegiatan penanaman. Meski alam kadang badai, kadang hujan kadang mendung kadang cerah, tidak menjadi kendala besar bagi kelancaran kegiatan.” Sebutnya

Kegiatan ini berlangsung pada 24-26 Mei 2025 dan berlokasi di kawasan konservasi ekowisata Pulo Breuh, Gampong Lapeng, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar.

Kemah Pendidikan Lingkungan BENTALA didukung penuh oleh BPDLH melalui sumber dana kerjasama Indonesia dan Norwegia tahap 2 dan 3 (FOLU-NC 2&3), dan diikuti sebanyak 64 peserta yang berasal dari perwakilan 26 lembaga masyarakat sipil dan komunitas pemuda/mahasiswa di Aceh, 2 lembaga riset, 4 perguruan tinggi, dan juga turut melibatkan para pemuda di Pulo Breuh.

“Sebagai salah satu organisasi lingkungan dengan fokus pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi, BENTALA Aceh berupaya agar ke depannya kegiatan edukasi lingkungan kreatif seperti ini dapat terus berlanjut. Dan semoga melalui aksi edu-kreatif seperti ini meningkatkan kepekaan, dan memperkuat solidaritas antar generasi muda yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan maupun pengalaman dalam aksi lingkungan, untuk berkontribusi aktif dalam upaya manajemen ilmu pengetahuan dan advokasi lingkungan hidup. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menginisiasi penyusunan modul-modul pendidikan lingkungan hidup yang komprehensif dan bisa didayagunakan secara maksimal oleh para generasi muda Aceh di masa yang akan datang,” tutup Mirna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *