Jeumpa Media | Banda Aceh – Meningkatnya jumlah warga Aceh yang memilih berobat ke luar negeri, khususnya ke Malaysia, menjadi salah satu alasan Tawakkal Specialist Hospital menggelar seminar kesehatan di berbagai kota Indonesia, termasuk Banda Aceh.
Seminar bertajuk “Hidup Anti Nyeri” ini berlangsung di Portola Arabia Hotel, Banda Aceh, pada Sabtu (26/7/2025).
Dua dokter spesialis dari Tawakkal Specialist Hospital, yakni Dr. Nor Faizal Ahmad Bahuri dan Dr. Wan Rosmaiza Wan Musa, hadir sebagai pembicara utama. Kegiatan ini turut menggandeng laboratorium Prodia serta dihadiri puluhan peserta, termasuk kalangan dokter, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum yang tengah mencari alternatif layanan kesehatan.
Kepala Kantor Perwakilan KPJ Tawakkal Healthcare Aceh, dr. Nataliana Christanto, dalam paparannya menyebutkan bahwa warga Aceh mendominasi kunjungan pasien asal Indonesia ke rumah sakit tersebut dalam dua tahun terakhir.
“Kami melihat peningkatan sekitar 20 persen setiap tahun, terutama untuk kasus ortopedi, sendi, saraf tulang belakang, serta medical check-up,” ujar Dr. Natalina.
Ia juga menambahkan bahwa Tawakkal telah membuka kantor perwakilan resmi di Banda Aceh guna mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi awal, mulai dari deteksi penyakit, prosedur pengobatan, hingga estimasi biaya sebelum menjalani perawatan lanjutan di Kuala Lumpur.
Sementara itu, Adawiyah Ismail, dari Tawakkal Specialist Hospital, menekankan bahwa kehadiran mereka ke Aceh bukan semata untuk promosi, melainkan juga untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
“Kami ingin memberi edukasi tentang pentingnya deteksi dini dan memperkenalkan layanan kami yang berfokus pada teknologi medis modern dan pendekatan yang ramah pasien,” ujarnya.
Fenomena ini tak lepas dari beragam faktor yang mendorong pasien memilih pengobatan ke luar negeri. Beberapa peserta seminar menyampaikan bahwa lamanya antrean layanan kesehatan, keterbatasan fasilitas, serta kurangnya kepercayaan terhadap diagnosis medis lokal menjadi pertimbangan utama.
Salah satunya, Tgk. Jailani (55), warga Banda Aceh, yang membawa ibunya berobat ke Malaysia setelah delapan tahun tidak kunjung sembuh dari penyakit saraf.
“Semua hasil MRI dan rontgen dijelaskan langsung oleh dokter di depan pasien. Setelah ibu saya menerima dua kali injeksi, kondisinya langsung membaik dan hingga hari ini tidak kambuh lagi,” tuturnya.
Menurutnya, pelayanan di Malaysia terasa lebih transparan, cepat, dan personal.
“Pelayanannya juga sangat ramah. Itulah yang membuat kami merasa lebih nyaman dan yakin,” tambahnya.
Seminar ini ditutup dengan pemeriksaan kadar kolesterol total secara gratis oleh Prodia bagi seluruh peserta.
Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi atas meningkatnya mobilitas pasien lintas negara, yang menunjukkan bahwa layanan kesehatan lokal perlu terus berbenah dari sisi kualitas, efisiensi, hingga membangun kembali kepercayaan masyarakat.(*)
