Jeumpa Media | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi potensi hujan di sejumlah wilayah Aceh pascabencana banjir dan longsor yang melanda beberapa hari terakhir. Program ini dijalankan untuk meminimalisir risiko bencana susulan di daerah rawan.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Nasrul Adil, menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini masih menunjukkan adanya peningkatan curah hujan di beberapa kawasan. Berdasarkan analisis BMKG, wilayah pegunungan dan pesisir barat-selatan Aceh masih berpotensi mengalami hujan ringan pada kisaran 10 hingga 15 milimeter, terutama pada sore hingga malam hari.
Nasrul menyampaikan bahwa kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan bersama. Untuk itu, BMKG dan BNPB mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca guna mengurangi intensitas hujan di wilayah yang berisiko terdampak bencana.
Ia menjelaskan bahwa pola hujan yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh sisa aktivitas sistem cuaca badai yang sebelumnya terbentuk di sekitar Aceh.
“Sebagaimana kami prediksi pada 26 November lalu, residu dari Badai Senyar masih berada di sekitar Aceh dan Sumatera. Saat ini Tropical Cyclone Senyar memang sudah memasuki masa saturasi atau punah, namun residu-residu cuacanya masih memicu hujan ringan di beberapa wilayah,” ujar Nasrul saat dijumpai awak media di Stasiun BMKG Bandara Sultan Iskandar Muda pada Sabtu (29/11/2025).
Untuk mengantisipasi dampak dari residu tersebut, operasi modifikasi cuaca dilakukan secara intensif selama beberapa hari ke depan. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, operasi berlangsung mulai 28 November hingga 2 Desember 2025. Durasi pelaksanaan dapat diperpanjang jika analisis cuaca menunjukkan adanya potensi hujan signifikan setelah periode tersebut.
“Perpanjangan operasi modifikasi cuaca akan kami pertimbangkan berdasarkan perkembangan prediksi cuaca dalam beberapa hari ke depan,” kata Nasrul.
BMKG menegaskan akan terus memantau perubahan atmosfer secara ketat, sementara tim gabungan BNPB dan pemerintah daerah tetap bersiaga menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem lanjutan.(*)
