Jeumpa Media | Banda Aceh – Putri Rizki Afriza, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, meminta warga Banda Aceh dan Aceh Besar mewaspadai potensi angin kencang, Kamis, 23 Mei 2024.
Ia menjelakan kondisi itu didukung oleh adanya belokan angin dan konvergensi di Samudera Hindia bagian Barat Aceh disertai anomali suhu permukaan laut di Samudra Hindia barat Sumatra, Perairan Utara Aceh, serta aktifnya MJO fase 3 Indian Ocean.
Kecepatan angin di prakirakan sekitar 10 – 35 kilometer per detik. Hal ini dapat mendukung proses konvektif pada skala lokal dan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan serta angin kencang di sebagian besar wilayah Aceh, kategori angin dengan tingkat lemah hingga sedang.
Walaupun demikian dapat berpotensi menyebabkan ranting-ranting pohon jatuh, tumbangnya pepohonan dengan ketahahanan akar yang lemah dan juga berpotensi merusak atap rumah warga.
“Kondisi ini juga berdampak kepada gelombang laut, Ujarnya”
Karena itu BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk waspda potensi gelombang tinggi mencapai ketinggian 2.50 meter.
Ia menambahkan tinggi gelombang laut terjadi terutama di wilayah Perairan Utara Sabang, Selat Malaka Bagian Utara, Perairan Sabang menuju Banda Aceh, Perairan Barat Aceh, Perairan Meulaboh menuju Kepulauan Sinabang, Samudera Hinda Barat Aceh, dan sekitarnya.
“Selalu berhati-hatilah saat beraktivitas di luar ruangan terutama saat berkendara dalam keadaan hujan,” ingatnya,”
Apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang, untuk menjauh dari daerah air seperti sungai, pantai, danau, waduk dan lainnya.
Dan menghindar dari tanah rawan longsor serta ranting-ranting pepohonan maupun pohon yang rawan tumbang.(YM)
