Bunda Salma: Perempuan Korban Konflik Harus Jadi Pilar Pembangunan Aceh

Jeumpa Media | Banda Aceh – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Salmawati SE MM atau akrab disapa Bunda Salma menegaskan komitmennya memperjuangkan hak dan aspirasi perempuan, khususnya yang terdampak konflik Aceh. Menurutnya, dua dekade perdamaian harus dimanfaatkan sebagai momentum emas untuk bangkit.

“Dua puluh tahun damai adalah kesempatan emas untuk bangkit dari ketertinggalan. Perempuan korban konflik harus diberi ruang yang luas agar mampu berdiri sejajar dan berdaya di tengah masyarakat,” ujarnya pada peringatan 20 tahun Damai Aceh di Aula Balai Meuseuraya, Banda Aceh, Jumat (15/8/2025).

Bunda Salma menekankan, perjuangan untuk perempuan korban konflik tidak boleh sebatas bantuan sesaat, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan program jangka panjang. Fokusnya mencakup penguatan ekonomi keluarga, peningkatan keterampilan, akses pendidikan, hingga kapasitas perempuan agar mandiri dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.

“Kami, selaku wakil rakyat, akan memperjuangkannya dengan serius. Suara perempuan, khususnya yang terdampak konflik, adalah bagian penting dari pembangunan Aceh,” tegasnya.

Acara peringatan turut dihadiri Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haythar, Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Ketua DPRA, Wakil Gubernur Aceh, serta perwakilan duta besar negara sahabat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *